Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Isi Liburan dengan Menikmati Jejak Sejarah Bank Indonesia

📅 Jumat, 26 Sep 2025, 17:30 WIB | Oleh:
Isi Liburan dengan Menikmati Jejak Sejarah Bank Indonesia Doc: istimewa
Ket. Suasana Museum Bank Indonesia

Malang -- Museum Bank Indonesia yang kini berdiri megah di Kawasan Kota Tua Jakarta Barat memiliki sejarah panjang dalam dunia perbankan di tanah air. Dari museum inilah terekam catatan dan  jejak transformasi dari De Javasche Bank hingga menjadi Bank Indonesia yang kita kenal saat ini.

Museum Bank Indonesia yang dibangun pada 1828  merupakan cagar budaya yang tetap terawat, bahkan banyak ornamen gedung masih asli. Bangunan museum dengan fasad yang sangat indah ini dulunya milik Hindia Belanda dengan nama Netherlands Indies Gulden atau De Javasche Bank yang menjadi bank sentral milik Hindia Belanda.

Sejarah Museum Bank Indonesia tidak bisa lepas dari masa penjajahan Belanda di Indonesia. De Javasche Bank yang dibentuk pada 1828 ini sebagai bank sirkulasi Hindia Belanda.

Selama perjalanan sejarahnya, gedung ini mengalami banyak perubahan dan perbaikan yang mencerminkan perubahan zaman dan fungsi yang diemban pada masanya.

Arsitektur Museum Bank Indonesia merupakan kombinasi dari gaya kolonial Belanda dan gaya arsitektur modern.

Gedung ini didesain oleh arsitek ternama Belanda Eduard Cuypers, yang menerapkan elemen arsitektur Eropa Neoklasik. Beberapa fitur menonjol dari bangunan ini, di antaranya adalah fasad yang megah dan menawan dengan detail arsitektur yang rumit.

Desain arsitektur gedung Museum Bank Indonesia tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan koleksi, tetapi juga sebagai ruang interaksi bagi masyarakat untuk belajar tentang sejarah ekonomi dan keuangan di Tanah Air.

Koleksi Museum Bank Indonesia yang dipaparkan oleh edukator museum,Trie Kanthi Wigati, memiliki berbagai koleksi yang mencerminkan sejarah keuangan dan perbankan Indonesia, dimulai dari sejarahnya yang ditampilkan dalam film dokumenter selama 12 menit hingga transformasi alat pembayaran masa kerajaan hingga saat ini.

Berbagai jenis mata uang dari zaman Kerajaan pada abad ke-14, kolonial (Hindia Belanda), Nica hingga era kemerdekaan dan sekarang. Koleksi ini memberikan gambaran tentang perkembangan sistem keuangan di Indonesia dari masa ke masa.

Usai disuguhi tayangan transformasi bangunan gedung yang sangat apik, pengunjung diajak menyusuri lorong waktu yang menyuguhkan visual patung lilin yang menggambarkan kegiatan perbankan di berbagai lini masa. Bagaimana transaksi antara nasabah dengan petugas perbankan kala itu, nasabah memasuki bilik satu per satu untuk mendapatkan layanan.

Tak hanya visual dan patung lilin, kegiatan perbankan pada zaman dahulu, banyak ruang yang ditata dengan apik, runut sesuai masanya yang membuat pengunjung dengan mudah mengingat dan memahami hanya berdasarkan caption foto atau replika yang disuguhkan, apalagi visual patung lilin yang menggambarkan kegiatan perbankan masa Hindia Belanda cukup memanjakan mata.

Edukasi masyarakat

Kehadiran Museum Bank Indonesia tak hanya mengenalkan masyarakat akan keberadaannya yang semakin dikenal sebagai bank sentral di Indonesia, namun mampu membuka cakrawala masyarakat luas, tidak hanya pelajar, mahasiswa, masyarakat umum pun kini kian dekat, bahkan banyak program BI kian melekat di benak masyarakat.

Di Museum Bank Indonesia, pengunjung tidak hanya bisa menikmati ruang pamer yang bisa dibilang estetik, namun pengujung juga banyak belajar terkait kebanksentralan, termasuk mengenal beragam uang, mulai zaman kerajaan pada abad ke-14 hingga sebagai sistem pembayaran perbankan modern seperti yang berlaku saat ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Wamentan Bakal Tindak Tegas...
Megapolitan
Pemkot Jakarta Selatan Past...
Porprov NTB 2026: 4.860 Atlet Bersiap Masuk Radar PON 2028

Porprov NTB 2026: 4.860 Atlet Bersiap Masuk Radar PON 2028

16 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.