Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hama Babi Hutan dan Monyet Liar Ganggu Pertanian di Lebak, Banten

📅 Senin, 22 Sep 2025, 12:08 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hama Babi Hutan dan Monyet Liar Ganggu Pertanian di Lebak, Banten Doc: Antara Foto
Ket. Kawanan babi hutan menyerang tanaman pertanian milik petani Kabupaten Lebak, Banten, datang dari perkebunan kelapa sawit pada dini hari setelah habitatnya beralih fungsi lahan.

Sejumlah petani di Kabupaten Lebak, Banten, mengeluhkan hama babi hutan dan monyet liar, karena tanaman di kebun ladang mereka mengalami kerusakan.

"Tanaman singkong dan ubi yang siap panen rusak akibat dimakan babi hutan," kata Patma, seorang petani di belakang Gedung BPMP Rangkasbitung, Lebak, Minggu (21/9).

Lahan miliknya seluas 5.000 meter persegi ditanami palawija, seperti singkong, ubi, jagung, dan kacang tanah kini gagal panen akibat babi hutan itu.

Babi hutan menyerang kebun ladang miliknya itu sekitar dini hari pukul 01.00 WIB, datang dari kawasan hutan perkebunan kelapa sawit.

Serangan tanaman pertanian oleh babi hutan itu sejak adanya pembangunan Waduk Karian, karena sebelumnya tak pernah terjadi.

"Kami menduga kawanan babi hutan itu masuk kebun, karena habitatnya sudah menjadi waduk," katanya lagi.

Ahmad, petani di Rangkasbitung, Lebak, mengaku sejak beberapa bulan terakhir kebun ladang miliknya mengalami kerusakan akibat serangan babi hutan itu.

Bahkan, petani terkadang melakukan pengamanan dan perburuan dengan melibatkan beberapa anjing untuk mengusir babi hutan di malam hari.

Selain itu, petani juga menjerat babi agar mereka terperangkap, dan belum lama ini berhasil satu ekor babi terperangkap.

"Kami tentu merugi jika tanaman pertanian itu dirusak babi," katanya pula.

Sedangkan H Katma, seorang petani di Desa Sindangwangi, Kecamatan Muncang, Lebak, mengaku dirinya kini tidak menanam pertanian pisang, karena banyak dirusak oleh kawanan kera/monyet.

Habitat binatang tersebut di kawasan gunung ditengarai sudah terjadi kerusakan akibat adanya eksplorasi pertambangan batu.

"Sekarang, banyak populasi babi hutan dan monyet merusak pertanian milik masyarakat akibat kerusakan kawasan gunung itu," katanya lagi.

Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Deni Iskandar mengatakan petani yang areal pertanian terserang hama babi hutan dan monyet itu, karena habitatnya alih fungsi lahan, sehingga untuk mencari makanan satwa itu terpaksa ke kebun ladang milik petani.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...

Kemeriahan Gebyar PAUD Yogyakarta 2026

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.