Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gubernur: Pemprov DKI Siap Implementasikan Paket Kebijakan Perumahan dan Sanitasi

📅 Senin, 22 Sep 2025, 14:45 WIB | Oleh:
Gubernur: Pemprov DKI Siap Implementasikan Paket Kebijakan Perumahan dan Sanitasi Doc: Reza Pratama Putra
Ket. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menghadiri rapat koordinasi terbatas yang diselenggarakan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Pertemuan ini membahas finalisasi paket kebijakan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja yang telah diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Pramono menyampaikan, Pemprov DKI Jakarta segera mengimplementasikan beberapa paket kebijakan di ibu kota, terutama pada sektor perumahan dan sanitasi.

"Ada beberapa paket kebijakan yang akan diterapkan di Jakarta. Salah satunya adalah yang menyangkut perumahan dan yang kedua adalah sanitasi," ujar Gubernur Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (22/9).

Untuk mengimplementasikan program-program tersebut, Pemprov DKI Jakarta bekerja sama dengan Kementerian Perumahan serta Kementerian Ekonomi Kreatif. Di sektor perumahan, Pemprov DKI akan menyediakan 23 ribu unit perumahan di berbagai wilayah di Jakarta.

Pembangunan perumahan tersebut juga akan bekerja sama dengan sejumlah kontraktor di Jakarta.

"Untuk program yang bersifat perumahan, ada 23 ribu perumahan yang ada di Jakarta yang kami akan memanfaatkan fasilitas yang diberikan oleh Kementerian Perumahan," tutur dia.

Selain sektor perumahan, Pemprov DKI juga akan menjalankan program sanitasi lingkungan dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup warga Jakarta.

Gubernur Pramono menyampaikan, Pemprov DKI akan segera menjalankan kebijakan-kebijakan dari pemerintah pusat karena akan memberikan dampak positif bagi Jakarta. Implementasi penyediaaan perumahan tersebut diperkirakan akan mampu menyerap sekitar 100 ribu tenaga kerja.

"Kebutuhan tenaga kerjanya hampir 100.000. Karena ini memang program untuk bisa menyerap tenaga kerja ketika ekonomi sedang dalam tekanan," pungkas dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...

Pasar pangan murah menjangkau warga Jakarta

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...

Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Olah Sampah

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

2 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

2 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.