Bikin AS Khawatir, Jet Siluman J-20 Mighty Dragon AU Tiongkok Diperkirakan Sudah Mencapai 300 Pesawat
📅 Senin, 22 Sep 2025, 05:10 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
CHANGCHUN - Gambar-gambar yang dirilis dari Changchun Airshow 2025 menunjukkan bahwa Angkatan Udara Tiongkok mungkin sudah mengoperasikan sekitar 300 armada pesawat tempur generasi kelima J-20 Mighty Dragon, menggarisbawahi pertumbuhan pesat negara tersebut dalam kemampuan produksi pesawat siluman. Dilansir Zona Militar, detail ini secara khusus dicatat oleh sumber intelijen sumber terbuka atau Open-Source Intelligence/OSINT di media sosial, yang menyoroti salah satu pesawat tempur dalam acara tersebut memiliki nomor produksi CB10300, sesuai dengan Lot 10 dari produksi massal.Lebih lanjut, pesawat yang dimaksud memiliki nomor seri 63106, beserta tanda yang menunjukkan penugasannya kepada Brigade ke-19 Angkatan Udara Tiongkok. Acara ini juga menampilkan tiga pesawat tempur J-20 tambahan, yang diidentifikasi sebagai 63005, 63101, dan 63201, yang juga berasal dari unit yang sama yang bermarkas di Zhangjiakou/Provinsi Ningyuan.Perlu diingat bahwa Tiongkok jarang memamerkan pesawat tempur J-20-nya di depan umum, apalagi secara resmi mengungkapkan angka-angka terkait jumlah pesawat generasi kelima yang saat ini beroperasi. Oleh karena itu, perkiraan saat ini didasarkan pada bukti-bukti seperti yang disebutkan di atas dan laporan-laporan sebelumnya. Misalnya, The Diplomat melaporkan pada tahun 2024 bahwa Tiongkok telah membangun armada 250 pesawat tempur siluman. Demikian pula, pada akhir tahun 2022, laporan-laporan menunjukkan bahwa setidaknya 200 J-20 telah diproduksi, dengan perkiraan berdasarkan citra yang dirilis selama Airshow China 2022.Mengingat peningkatan jumlah J-20 yang signifikan ini, otoritas militer AS telah menyuarakan kekhawatiran yang semakin besar, terutama dengan proyeksi yang menunjukkan bahwa Washington mungkin akan tertinggal dari Beijing secara kuantitatif pada tahun 2027. Ini tampak saat Brigadir Jenderal Doug Wickert, yang pada bulan Januari membagikan angka-angka yang mencolok untuk menggambarkan tren tersebut: dalam hal pesawat tempur modern, jumlah Tiongkok akan melebihi AS dengan rasio 12 banding 1, dengan keunggulan tambahan 5 banding 3 pada pesawat generasi kelima dan 3 banding 1 pada pesawat patroli maritim.Sebagai perbandingan, media khusus melaporkan bahwa Angkatan Udara AS memiliki armada sekitar 180 pesawat tempur F-22, sekitar tiga puluh di antaranya dikonfigurasi dalam varian tertuanya, sehingga hanya digunakan untuk pelatihan dan uji terbang. Selain armada ini, Angkatan Udara AS juga menerima F-35A ke-500 pada Agustus lalu, setelah mengirimkan tiga pesawat tambahan ke Wing Tempur ke-125 Garda Nasional Udara Florida.Namun, penting juga untuk digarisbawahi bahwa Tiongkok tidak hanya meningkatkan produksi J-20, tetapi juga mengembangkan varian pesawat dua kursi, yang dikenal sebagai J-20S, yang diperkirakan telah beroperasi. Sebagaimana dilaporkan sebelumnya pada bulan Juli tahun ini, setidaknya dua pesawat ini terlihat dalam konfigurasi ini, menampilkan skema cat yang lebih gelap, sensor elektro-optik baru yang disusun dalam tata letak yang mengingatkan pada F-35 AS, dan radar AESA yang konsisten dengan model produksi kursi tunggal terbaru.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!