Trump Sebut Xi Jinping Setujui Kesepakatan TikTok
📅 Minggu, 21 Sep 2025, 09:21 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: AFP
JAKARTA - Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Presiden Tiongkok Xi Jinping telah menyetujui kesepakatan terkait TikTok yang memungkinkan platform video pendek tersebut dikelola oleh konsorsium investor asal Amerika Serikat.
Pemimpin dua ekonomi terbesar dunia berbicara melalui telepon untuk kedua kalinya sejak kembalinya Trump ke Gedung Putih, yang telah mencoba untuk meredakan ketegangan meskipun kritiknya yang dulu tajam terhadap Tiongkok.
Amerika Serikat dengan tegas berupaya mengambil alih TikTok , platform media sosial yang sangat populer di kalangan anak muda Amerika yang juga digunakan Trump untuk mengumpulkan dukungan, dari tangan Tiongkok.
Trump mengatakan bahwa Xi "menyetujui" kesepakatan tersebut selama panggilan telepon, tetapi kemudian berkata: "Kita harus menandatanganinya... Saya rasa itu bisa jadi formalitas belaka." Tiongkok tidak mengonfirmasi kesepakatan apa pun.
“Pembicaraan melalui telepon berlangsung sangat baik, kami akan berbicara lagi, dan saya mengapresiasi persetujuan TikTok,” kata Trump melalui akun Truth Social miliknya.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kita akan menerapkan kontrol yang sangat, sangat ketat," kata Trump. "TikTok punya nilai yang luar biasa , dan saya agak berprasangka buruk karena sejujurnya saya sangat sukses di sana."
Ia juga mengatakan bahwa Xi berjanji akan bekerja sama dengan Amerika Serikat untuk mengakhiri perang di Ukraina, di mana Tiongkok dituduh oleh negara-negara Barat secara tidak langsung mendukung invasi Russia, meskipun Beijing mengatakan pihaknya adalah pihak yang netral.
Dilansir dari Tech Crunch pada Sabtu (20/9) waktu setempat, perusahaan induk TikTok, ByteDance, juga mengeluarkan pernyataan resmi yang menegaskan komitmennya untuk memastikan aplikasi itu tetap tersedia bagi pengguna di Amerika Serikat melalui TikTok U.S.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam pernyataan di situs resminya, ByteDance menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Xi Jinping dan Presiden Donald Trump atas upaya mereka menjaga keberlangsungan TikTok di Amerika Serikat.
"ByteDance akan bekerja sesuai hukum yang berlaku untuk memastikan TikTok tetap tersedia bagi pengguna AS melalui TikTok U.S,” kata perusahaan.
Belum ada rincian lebih lanjut mengenai isi kesepakatan tersebut. Namun, kedua negara diketahui sedang mencari solusi untuk menyelamatkan bisnis TikTok di Amerika Serikat setelah aplikasi itu dilarang pada Januari lalu atas alasan keamanan nasional.
Larangan itu sempat ditangguhkan beberapa kali oleh pemerintahan Trump menyusul penolakan dari konsumen dan kreator konten.
Pekan ini, Trump sempat memberi isyarat di media sosial pribadinya, Truth Social, bahwa kesepakatan telah dicapai dan pembeli akan segera diumumkan.
Laporan The Wall Street Journal menyebut para investor seperti Oracle, Silver Lake, dan Andreessen Horowitz akan memegang 80 persen saham di entitas TikTok U.S, sementara sisanya tetap dimiliki pemegang saham asal Tiongkok.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!