Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IHSG Unjuk Kekuatan saat Pasar Regional Loyo

📅 Jumat, 19 Sep 2025, 17:58 WIB | Oleh: Tim Penulis
IHSG Unjuk Kekuatan saat Pasar Regional Loyo Doc: ANTARA FOTO/ Fauzan.
Ket. Ilustrasi - Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir pekan ditutup menguat meski mayoritas bursa kawasan melemah, menunjukkan adanya aliran dana yang tetap masuk ke pasar domestik.

Kinerja positif ini mencerminkan optimisme investor terhadap fundamental ekonomi dalam negeri dan prospek emiten, sekaligus menandakan daya tarik pasar Indonesia yang relatif lebih resilient dibandingkan regional.

IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (19/9) sore ditutup menguat 42,69 poin atau 0,53 persen ke posisi 8.051,12 di tengah pelemahan bursa saham kawasan Asia.

Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 0,69 poin atau 0,09 persen ke posisi 809,99.

"Pelaku pasar terus mencerna prospek bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed setelah menurunkan suku bunganya, serta membuka peluang untuk penurunan lebih lanjut," sebut Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.

Di sisi lain, para pembuat kebijakan memperingatkan bahwa inflasi yang terus-menerus dapat memperlambat laju penurunan suku bunga di masa mendatang.

Ketua The Fed Jerome Powell mengungkapkan respons terukur terhadap pasar tenaga kerja yang mendingin dan menekankan bahwa bank sentral tidak bermaksud mempercepat siklus pelonggaran dan akan melanjutkan dengan hati-hati.

Pernyataan Powell yang hati-hati mengaburkan prospek siklus pelonggaran yang lebih panjang.

Pelaku pasar beranggapan bahwa The Fed memberikan kesan masih ke arah hawkish karena terlihat tidak secara antusias mendukung pemangkasan suku bunganya.

Di sisi lain, pelaku pasar menantikan panggilan telepon antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping, setelah kesepakatan yang akan menempatkan TikTok di bawah kepemilikan AS.

Dari kawasan Asia, sentimen pasar datang seiring tekanan tidak adanya dukungan kebijakan baru, dengan Bank Rakyat China (PBOC) yang mempertahankan suku bunga acuannya dan menunjukkan sedikit urgensi untuk melonggarkan lebih lanjut.

Hal ini menunjukkan bahwa bank sentral China mengisyaratkan tidak adanya urgensi untuk melonggarkan kebijakan moneter, yang memicu spekulasi bahwa stimulus baru mungkin ditunda hingga 2026.

Dari dalam negeri, Badan Anggaran (Banggar) DPR dan pemerintah telah menyepakati pelebaran defisit Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 dari 2,48 persen menjadi 2,68 persen.

Pelaku pasar berharap pemerintah menjaga kehati-hatian dalam kebijakan fiskalnya, sehingga tetap dapat menjaga stabilitas ekonomi dalam negeri seiring semakin melebarnya defisit APBN tentunya ini memiliki implikasi terhadap stabilitas ekonomi nasional dan kebijakan pemerintah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.