Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Festival Budaya Nusantara Manokwari, Panggung Besar Promosi Pariwisata Papua Barat

📅 Jumat, 19 Sep 2025, 22:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Festival Budaya Nusantara Manokwari, Panggung Besar Promosi Pariwisata Papua Barat Doc: ANTARA/Ali Nur Ichsan
Ket. Festival Budaya Nusantara yang diselenggarakan di Kabupaten Manokwari, Jumat (19/9/2025).

MANOKWARI - Mendorong atraksi budaya nusantara menjadi strategi penting untuk meningkatkan daya tarik wisata daerah sekaligus memperkuat identitas lokal. Kekayaan seni, tradisi, dan kearifan lokal dapat menjadi diferensiasi yang membedakan destinasi Indonesia dari negara lain.

Selain memperluas peluang ekonomi kreatif dan pariwisata, pengembangan atraksi budaya juga mendorong pelestarian warisan leluhur serta membuka ruang partisipasi masyarakat dalam industri wisata yang berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manokwari, Provinsi Papaua Barat menggandeng paguyuban suku-suku nusantara dan salah satu pusat perbelanjaan menggelar Festival Budaya Nusantara guna meningkatkan daya tarik wisata daerah.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Manokwari Immanuel Pangaribuan di Manokwari, Jumat (19/9), mengatakan Festival Budaya Nusantara digelar 19–21 September 2025 tersebut menampilkan beragam atraksi budaya dan pameran produk lokal.

“Kami dari pemerintah daerah sangat mendukung dan memberikan apresiasi kepada kerukunan keluarga besar paguyuban nusantara di Kabupaten Manokwari yang berperan serta dalam menyukseskan kegiatan ini,” katanya.

Ia mengatakan, Festival Budaya Nusantara 2025 sebagai momentum penting dalam memperkuat identitas multikultural Manokwari serta meningkatkan daya tarik sektor pariwisata daerah.

Pada festival tersebut, menghadirkan atraksi budaya berupa tari tradisional, musik, hingga peragaan busana tradisional dari berbagai daerah.

Tidak hanya menonjolkan seni kebudayaan Papua, tapi tarian daerah lain juga ditampilkan antara lain tari warkok, tari Daerah Bone, tari mojang priangan, tari karedok leunca dari Pasundan, serta musik kolintang.

Selain itu, masyarakat juga dapat menikmati bazar makanan khas Nusantara yang disajikan oleh berbagai paguyuban dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Manokwari.

Kehadiran stan kuliner dan kerajinan diharapkan dapat mengobati kerinduan warga terhadap budaya dan makanan khas dari daerah asal mereka.

“Kami mengajak masyarakat Manokwari untuk hadir dan menyaksikan langsung penampilan budaya nusantara di MCM (Manokwari City Mall). Stan-stan yang tersedia mewakili hampir seluruh provinsi di Indonesia,” ujarnya.

Immanuel berharap festival dapat berkelanjutan dan menjadi agenda rutin. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda di Manokwari agar lebih mengenal ragam budaya nusantara.

“Festival budaya ini bagian dari upaya pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan budaya nusantara,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.