Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bank Jangan Ulangi Kesalahan Masa Lalu, Biayai Konsumsi Impor dan Properti

📅 Jumat, 19 Sep 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Bank Jangan Ulangi Kesalahan Masa Lalu, Biayai Konsumsi Impor dan Properti Doc: antara
Ket. Iyuk Wahyudi Direktur MEPI - Harusnya dana diarahkan ke sektor substitusi impor agar kita bisa menghemat devisa dan mengurangi kebutuhan utang luar negeri.

JAKARTA - Bank-bank milik negara (Himbara) yang menerima penempatan dana dari Pemerintah sebesar 200 triliun rupiah diimbau untuk menyalurkan dana tersebut ke sektor prioritas, bukan untuk membiayai kebutuhan konsumsi yang diimpor dan kredit properti yang kerap dijadikan sebagai ajang spekulasi. 

Direktur Masyarakat Ekonomi Politik Indonesia (MEPI), Iyuk Wahyudi mengatakan untuk membangun sektor produktif memang membutuhkan waktu dan keberpihakan kebijakan, namun hal itu menjadi syarat bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Masalahnya bank tidak pernah menempatkan usahanya di sektor produktif. Jangan mengulangi kesalahan dengan menyalurkan dana ratusan triliun hanya ke konsumsi impor dan properti. Itu terbukti menjadi bubble yang kini sudah pecah,” kata Iyuk di Jakarta, Kamis (18/9).

Ia mencontohkan, hampir 2.000 triliun rupiah kredit perbankan selama ini mengalir ke sektor properti. Meskipun sempat memicu pertumbuhan, dampaknya tidak berkelanjutan dan justru memperbesar ketergantungan pada impor.

“Harusnya dana diarahkan ke sektor substitusi impor agar kita bisa menghemat devisa dan mengurangi kebutuhan utang luar negeri,” kata Iyuk.

Bank-bank BUMN katanya harus memiliki tim kuat dalam mengelola suplai uang (money supply) agar tepat sasaran. Tanpa adanya reformasi struktural penempatan dana, terutama untuk membuka lapangan kerja dan memperkuat basis produksi dalam negeri, maka kebijakan apa pun hanya akan menghasilkan pertumbuhan jangka pendek.

Sektor pangan jelas Iyuk harus menjadi prioritas utama dalam substitusi impor. “Kalau ke konsumen saja, ya habis dan tidak ada gunanya. Jangan kembali ke masa lalu ketika impor diberi jatah lalu dibiayai pinjaman bank, yang pada akhirnya hanya memboroskan devisa,” tegas Iyuk.

Ia pun mengingatkan kalau misi awal pendirian bank-bank nasional yang kini mulai ditinggalkan. “BRI semestinya konsisten dengan perannya untuk pembangunan rakyat, sementara Mandiri yang berasal dari gabungan empat bank, harus kembali ke misi awalnya sebagai bank pembangunan untuk mendukung kemandirian nasional,” kata Iyuk.

Menurutnya, swasembada pangan dan energi harus dijadikan pilihan mutlak karena mampu menghemat devisa, membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan, serta memperkuat ekonomi pedesaan.

“Itu akan mempersempit disparitas. Untuk apa punya gedung megah kalau hanya 2 persen masyarakat yang bisa mengakses? Bank harus kembali pada cikal bakal misinya,” pungkasnya.

Di kesempatan lain, pengamat Kebijakan Publik Fitra, Badiul Hadi mengatakan suntikan likuiditas 200 triliun rupiah ke bank-bank Himbara harus dikelola secara strategis agar memberi manfaat langsung ke masyarakat.

“Dana itu harus mampu menggerakkan sektor-sektor produktif yang memiliki multiplier effect tinggi,” kata Badiul.

Tambahan pembiayaan jelasnya diharapkan dapat mendorong Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) naik kelas dan memperluas kesempatan usaha mereka.

“Pembiayaan dan investasi di sektor pertanian dan pangan sangat penting di tengah tantangan ekonomi global. Dana itu harus diarahkan untuk mendukung petani, membangun irigasi, meningkatkan akses pupuk, dan memperluas mekanisasi pertanian,” kata Badiul.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Komcad ASN

43 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...

Upaya Pembersihan Sampah di Kawasan Laut Jakarta

43 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

43 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...
Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
Ekonomi
Pemerintah Siapkan Perubaha...
Nasional
Diskusi, Demokrasi Pancasil...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.