Waspadai Gelombang Tinggi di Perairan DI Yogyakarta Hingga 21 September 2025

Kamis, 18 Sep 2025, 23:35 WIB

Yogyakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat mewaspadai potensi gelombang tinggi di wilayah perairan selatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hingga 21 September 2025 akibat pengaruh dua bibit siklon tropis di sekitar perairan Filipina.

"Terpantau bibit siklon 99W di perairan barat Filipina dan bibit siklon 90W di perairan timur Filipina dimana kondisi ini berpotensi meningkatkan kecepatan angin permukaan dan ketinggian gelombang laut di perairan DIY," ujar Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta Warjono dalam keterangannya di Yogyakarta, Kamis.

Ket. Foto: — Sumber: Antara

Menurut dia, pola angin timuran masih mendominasi perairan Jawa, termasuk DIY sehingga berdampak pada peningkatan tinggi gelombang.

"Kondisi cuaca di perairan Yogyakarta pada umumnya ditandai hujan dengan intensitas ringan hingga sedang," ujar dia.

BMKG, kata Warjono, memprakirakan gelombang laut berpeluang mencapai ketinggian antara 2,5 hingga 4,0 meter di perairan Kulon Progo, Bantul, Gunungkidul, serta Samudra Hindia selatan DIY.

Situasi itu, menurut dia, berisiko terhadap keselamatan pelayaran, baik perahu nelayan dengan kecepatan angin 15 knot dan gelombang 1,25 meter, kapal tongkang dengan angin 16 knot dan gelombang 1,5 meter, maupun kapal ferry yang mulai terdampak dengan gelombang 2,5 meter dan angin 21 knot.

Menurut dia, hasil analisis dinamika atmosfer terkini menunjukkan suhu muka laut di Laut Jawa maupun Samudra Hindia selatan Jawa terpantau hangat, antara 28 hingga 30 derajat Celsius, dengan anomali 0,5 hingga 1,5 derajat Celsius.

Kondisi tersebut mendukung peningkatan suplai uap air ke atmosfer sehingga memperkuat pembentukan awan hujan.

Profil kelembapan udara di DIY pada ketinggian 850-500 mb juga relatif basah, berkisar 60-95 persen, yang memicu terbentuknya awan hujan terutama di wilayah utara DIY pada siang hingga sore hari.

"Mempertimbangkan kondisi tersebut, kami memprakirakan periode 19 hingga 21 September 2025 akan disertai potensi hujan di wilayah utara DIY dengan ketinggian gelombang laut yang bervariasi antara kategori sedang hingga tinggi," kata Warjono.

Pada 19 September berpotensi terjadi hujan ringan hingga sedang di Sleman bagian utara, Kulon Progo bagian utara hingga tengah, dan Gunungkidul bagian utara hingga tengah, dengan gelombang laut berkisar 1,25 hingga 2,5 meter.

Pada 20 September, hujan ringan berpotensi turun di Sleman bagian utara, Kulon Progo bagian utara, dan Gunungkidul bagian utara dengan gelombang meningkat 2,5 hingga 4 meter.

Sementara pada 21 September, hujan ringan masih mungkin terjadi di Sleman bagian utara dan Kulon Progo bagian utara dengan gelombang tinggi tetap 2,5 hingga 4 meter.

"Selalu perbarui informasi cuaca terkini melalui situs resmi BMKG, aplikasi InfoBMKG, atau media sosial kami, serta berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait kebencanaan seperti BPBD, FPRB," ujar dia.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara, Ones

Berita Terbaru

Tradisi Mulud Adat Bayan Pertama Kalinya Masuk Kalender KEN

Trump Ancam Hukuman Ekonomi ke Negara Mana pun yang Bantu Iran

Gibran Tinjau Dampak Gempa di NTT, Pastikan Keselamatan dan Kebutuhan Dasar Warga Jadi Prioritas

Mesin Ekonomi Baru di Pesisir! KNMP Konawe Suplai 8 Ton Ikan Kualitas Ekspor ke Luar Kota

Komisi X DPR Minta BPK NTT Laporkan Kondisi Situs Budaya yang Terdampak Gempa

Kejar Target Bebas Emisi, Pemprov DKI Jakarta Bakal Operasikan 10 Ribu Bus Listrik

Andrea Bocelli Gelar Konser di Borobudur dan Jakarta, Cek Harga Tiket dan Jadwalnya

Pestani Rawit Groo Festival: PT Petrokimia Gresik Dorong Petani Tingkatkan Produktivitas Cabai

Kemenbud, BRWA, dan AMAN Integrasikan Data 3.857 Komunitas Adat untuk Percepat Pengakuan Hak

MinyaKita Dijual Rp31 Ribu, Mobil GASING Keliling Batam Tekan Harga Sembako

Jakarta Jadi Kota dengan Udara Terburuk Kedua di Dunia, Data Real-time IQAir Catat AQI 161

Fantastis! Sindikat Pemalsuan Materai di Lima Provinsi Rugikan Negara Rp1,03 Triliun

BUMN Tak Cukup Andalkan Aset, Menperin Minta Perkuat Hilirisasi dan Rantai Pasok Industri

Polda dan 22 Ormas se-Banten Gelar Apel Kamtibmas

Airlangga: Indonesia Prioritaskan Transformasi Industri Berbasis Tenaga Surya

Review Harusnya Horror: Hantu Wibu, Komedi, dan Kreator Konten dalam 106 Menit

Kapasitas Terpasang Panas Bumi Baru 11,6%, Bahlil: Jangan Tahan Konsesi!

Komisi XIII DPR Buka Peluang Bentuk Badan Khusus soal TPPO

Empat Pekerja Tewas Tertabrak Kereta di Jepang, Negara dengan Catatan Keselamatan KA Terbaik di Dunia

Gempa NTT, UMI Makassar Kirim Tim Medis dan Bantuan Logistik untuk Warga Terdampak

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.