Pestani Rawit Groo Festival: PT Petrokimia Gresik Dorong Petani Tingkatkan Produktivitas Cabai
Kamis, 20 Agu 2026, 14:32 WIBJAKARTA â PT Petrokimia Gresik (Persero) mendorong petani cabai rawit di Jawa Timur (Jatim) meningkatkan produktivitas hasil panen mereka dengan penerapan praktik budi daya yang lebih terarah melalui program "Pestani Rawit Groo Festival"
Sebanyak 270 petani dari Kabupaten Malang, Kediri, Mojokerto, Blitar, dan Probolinggo mengikuti program yang digelar di Desa Belung, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang tersebut, dengan menerapkan pemupukan dan budi daya berbasis teknologi di lahan masing-masing.
Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (20/8), mengatakan penerapan praktik budi daya tersebut menunjukkan hasil positif.
Melalui demonstrasi plot (demplot), katanya lagi, hasil panen mencapai 11,5 ton per hektare, atau meningkat sekitar 13 hingga 15 persen dibandingkan hasil panen sebelumnya yang mencapai 10 ton per hektare.
âKami ingin mendorong petani cabai rawit di Jatim untuk terus meningkatkan hasil panen melalui pemupukan berimbang, pemanfaatan teknologi, dan praktik budi daya yang tepat, sehingga hasil panen semakin baik dan usaha tani semakin menguntungkan," ujarnya.
Aditya menjelaskan Jatim memiliki peran penting dalam produksi cabai rawit nasional. Tercatat sekitar 35 persen produksi cabai rawit nasional berasal dari Jatim, dengan total produksi mencapai lebih dari 600 ribu ton.
Untuk itu, katanya lagi, peningkatan produktivitas menjadi penting guna menjaga pasokan cabai sekaligus mendukung ketahanan pangan.
Melalui Pestani Rawit Groo Festival, proses budi daya dan hasilnya juga dilombakan. Dalam kategori Groo Field Creation, peserta menerapkan paket budi daya yang telah disiapkan Petrokimia Gresik sejak tanam hingga panen.
"Kami ingin menunjukkan bahwa peningkatan produktivitas dapat dimulai dari praktik budi daya yang sederhana, tepat, dan konsisten," katanya pula.
Selain kompetisi di lahan, Pestani Rawit Groo Festival juga menghadirkan Groo Plant Creator yang melibatkan 270 pegiat urban farming dari 27 provinsi di Indonesia.
Melalui program ini, peserta membagikan pengalaman budi daya cabai, mulai dari penanaman hingga panen, melalui media sosial. Program tersebut turut diperkuat melalui Groo Plant Partner yang melibatkan 54 influencer, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), dan stakeholder untuk memperluas edukasi pertanian serta mendekatkan dunia pertanian kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Secara keseluruhan, Groo Festival melibatkan 540 peserta yang terdiri atas petani dan pegiat urban farming dari berbagai daerah di Indonesia.
Menurut dia, kompetisi tersebut tidak hanya mencari petani dengan hasil panen terbaik, tetapi juga mendorong peserta untuk belajar dan membuktikan langsung penerapan budi daya yang lebih terarah di lahan masing-masing.
"Kami berharap praktik budi daya yang mampu memberikan hasil optimal ini dapat diduplikasi oleh petani lain di Jawa Timur, sehingga manfaat program semakin luas,â katanya lagi.
Adit menjelaskan perusahaan dalam program ini memperkenalkan pendekatan pertanian berbasis teknologi dan data untuk membantu petani mengambil keputusan budi daya dengan lebih tepat.
Pestani Rawit Groo Festival merupakan bagian dari Program Pestani yang dikembangkan Petrokimia Gresik sebagai ruang pemberdayaan dan kompetisi budi daya bagi petani di Jatim.
Hingga Juni 2026, Program Pestani telah menjangkau 782 petani di 14 kabupaten melalui sejumlah komoditas unggulan, yaitu semangka di kawasan Tapal Kuda, melon di wilayah Pantura, bawang merah melalui Pestani Bawang Merah Nyawiji, serta cabai rawit melalui Pestani Rawit Groo Festival.
Kepala Bidang Tanaman Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jatim Pudjiati Ningsih berharap semakin banyak petani dapat memanfaatkan program tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini memberikan manfaat nyata dalam mendorong peningkatan produktivitas dan hasil panen. Selain itu sangat tepat sasaran dijalankan di Jatim, mengingat provinsi ini merupakan penghasil cabai rawit terbesar di Indonesia.
Ia berharap program ini dapat diaplikasikan pada komoditas lain di Jatim selain cabai rawit, semangka, dan melon yang sudah dioptimalkan melalui Program Pestani.
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Kuliner Nusantara di Jakarta Fair 2026: Berburu Kerak Telor hingga Mie Bangladesh
-
Musim Kemarau, Petani Cabai di Lebak Raup Keuntungan Puluhan Juta
-
Menata Marwah Kawasan Gunung Jati Cirebon
-
Final Piala Dunia 2030 Diperebutkan, Maroko dan Spanyol Bersaing Jadi Tuan Rumah
-
Pochettino Waspadai Bosnia, AS Siap Hadapi Segala Skenario di Babak Gugur Piala Dunia 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.