Trump Ancam Hukuman Ekonomi ke Negara Mana pun yang Bantu Iran

Kamis, 20 Agu 2026, 15:26 WIB

WAHINGTON - Presiden AS Donald Trump mengatakan, Rabu (19/8), ia meluncurkan kampanye besar baru untuk menargetkan ekonomi Iran, mengancam hukuman "dahsyat" bagi negara mana pun yang membantu atau berbisnis dengan negara itu.

Kampanye tekanan ekonomi yang semakin intensif ini terjadi ketika perang mendekati bulan keenam tanpa adanya jalan keluar diplomatik atau militer dalam waktu dekat.

Ket. Foto: Warga Iran menghabiskan waktu di pantai sementara kapal-kapal berlabuh di Selat Hormuz di lepas pantai Bandar Abbaz, Iran, 5 Agustus 2026. — Sumber: AP/ISNA

Trump juga menghadapi pengawasan politik domestik yang diperbarui terkait perang tersebut, menjelang pemilihan November yang semakin dekat.

"Hari ini, saya mengumumkan OPERASI EKONOMI PALING MENGHANCURKAN YANG PERNAH DILAKUKAN TERHADAP NEGARA MANAPUN! Ini akan menjadi Perang Ekonomi dan Isolasi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya," tulis Trump di Truth Social.

"Saya juga mengumumkan bahwa NEGARA MANAPUN yang mengizinkan lembaga keuangan, bisnis, bandara, atau entitas pemerintahnya untuk memberikan bantuan apa pun kepada Iran akan menghadapi konsekuensi ekonomi yang SANGAT BESAR," katanya.

Dia tidak merinci hukuman apa yang akan dihadapi negara-negara tersebut, dan tidak ada negara lain selain Iran yang disebutkan namanya.

Komentar presiden tersebut muncul seminggu setelah Menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan AS akan memberlakukan isolasi ekonomi di negara itu "seperti yang belum pernah dilihat dunia sebelumnya."

Meskipun terjadi jeda dalam serangan rudal baru-baru ini, Iran terus memberlakukan blokade efektif terhadap pelayaran melalui Selat Hormuz, setelah kesepakatan kerangka kerja AS-Iran untuk membuka kembali koridor vital tersebut gagal.

Dalam beberapa hari terakhir, kedua belah pihak mengatakan, pesan-pesan telah dipertukarkan, namun Trump pada hari Selasa bersikeras bahwa pembicaraan telah berakhir dan memposting pesan di media sosial yang megisyaratkan selat tersebut dapat menjadi "Wilayah AS yang BARU."

  • Konflik AS-Iran

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.