Kejar Target Bebas Emisi, Pemprov DKI Jakarta Bakal Operasikan 10 Ribu Bus Listrik

Kamis, 20 Agu 2026, 14:45 WIB

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperkuat strategi pengurangan emisi gas rumah kaca dengan menargetkan penurunan emisi sebesar 30 persen pada 2030. Langkah tersebut menjadi bagian dari peta jalan Jakarta menuju target Net Zero Emission pada 2050, dengan sektor transportasi ditempatkan sebagai salah satu prioritas utama.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan sektor transportasi memiliki kontribusi besar terhadap emisi langsung di Ibu Kota, yakni mencapai sekitar 52 persen. Hal itu disampaikannya ketika menghadiri Indonesia International Transport Summit (IITS) 2026 di The Tribrata Hotel and Convention Center, Jakarta Selatan, Kamis (20/8).

Ket. Foto: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperkuat strategi pengurangan emisi gas rumah kaca dengan menargetkan penurunan emisi sebesar 30 persen pada 2030. Langkah tersebut menjadi bagian dari peta jalan Jakarta menuju target Net Zero Emission pada 2050, dengan sektor transportasi ditempatkan sebagai salah satu prioritas utama. — Sumber: Pemprov DKI Jakarta

"Jakarta membutuhkan sistem mobilitas yang mampu memperluas akses, meningkatkan produktivitas, mengurangi emisi, sekaligus menghubungkan kawasan metropolitan sebagai satu kesatuan ekonomi," ujar Pramono.

Menurut Pramono, persoalan emisi transportasi berkaitan erat dengan tingginya penggunaan kendaraan pribadi oleh masyarakat. Ketergantungan tersebut tidak hanya meningkatkan emisi, tetapi juga berkontribusi terhadap kemacetan, penurunan kualitas udara, hingga berkurangnya produktivitas dan kualitas hidup warga.

Pemprov DKI Jakarta menargetkan porsi penggunaan transportasi publik mencapai 55 persen pada 2045. Untuk mencapai sasaran tersebut, pemerintah daerah menerapkan strategi yang mencakup peningkatan kualitas angkutan umum sekaligus pengendalian penggunaan kendaraan pribadi.

Pramono menjelaskan, strategi pertama atau Pull Strategy diarahkan untuk membuat transportasi publik semakin menarik dan mudah digunakan. Kebijakan tersebut meliputi perluasan rute Transjabodetabek, pengembangan jaringan MRT dan LRT, transportasi gratis bagi 15 kelompok masyarakat, pembangunan Transit-Oriented Development (TOD) dan Park and Ride, serta peningkatan fasilitas pejalan kaki, jalur sepeda, dan transportasi air.

"Pull Strategy kami arahkan untuk memperkuat kualitas dan daya tarik transportasi publik melalui berbagai pengembangan jaringan serta fasilitas pendukung mobilitas warga," jelasnya.

Sementara itu, Push Strategy digunakan untuk membatasi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi. Sejumlah kebijakan yang diterapkan antara lain sistem ganjil-genap, disinsentif parkir bagi kendaraan yang tidak memenuhi ketentuan uji emisi, Low Emission Zone, hingga penerapan Electronic Road Pricing.

Pemprov DKI juga mendorong perubahan kebiasaan masyarakat melalui sejumlah gerakan, termasuk Rabu Naik Angkutan Umum dan Jumat Hari Bersepeda bagi aparatur sipil negara di lingkungan Pemprov Jakarta. Kebijakan tersebut diharapkan dapat membangun budaya mobilitas yang lebih ramah lingkungan sekaligus mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

Elektrifikasi transportasi publik menjadi bagian penting dalam strategi dekarbonisasi Jakarta. Pemprov DKI mencatat saat ini telah tersedia sekitar 500 bus listrik dan jumlahnya ditargetkan terus meningkat hingga seluruh armada TransJakarta beralih ke kendaraan listrik pada 2030.

"Pemprov DKI juga terus mempercepat transisi hijau melalui elektrifikasi transportasi publik," kata Pramono.

Selain mendorong penggunaan bus listrik, Pemprov DKI memperluas jaringan transportasi massal. LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai ditargetkan mulai beroperasi pada Agustus 2026, sementara MRT Fase 2A diarahkan mencapai Monas pada 2027 dan diteruskan hingga kawasan Kota pada 2029.

Pengembangan jaringan tersebut berjalan beriringan dengan pembangunan kawasan berorientasi transit atau TOD. Beberapa kawasan yang menjadi bagian dari pengembangan tersebut antara lain Blok M Hub dan Dukuh Atas yang diarahkan sebagai simpul integrasi berbagai moda transportasi.

Upaya mengurangi emisi transportasi Jakarta juga memanfaatkan teknologi dan pengelolaan data. Penerapan Intelligent Transportation Systems (ITS) digunakan untuk membantu pemerintah mengatur lalu lintas secara lebih efisien berdasarkan kondisi pergerakan kendaraan secara real-time.

"Intervensi ITS telah berkontribusi terhadap pengurangan lebih dari 8,7 juta ton CO2e," ungkap Pramono.

Jakarta juga memperkuat konsep smart mobility melalui integrasi sistem pembayaran digital dan pengembangan jaringan Mikrotrans. Kehadiran transportasi pengumpan tersebut ditujukan untuk memperkuat konektivitas first-mile dan last-mile sehingga masyarakat memiliki lebih banyak pilihan untuk melanjutkan perjalanan tanpa harus menggunakan kendaraan pribadi.

Menurut Pramono, transformasi transportasi tidak semata-mata berkaitan dengan agenda lingkungan. Kebijakan tersebut juga menjadi bagian dari strategi meningkatkan produktivitas, efisiensi mobilitas, kualitas hidup, serta daya saing Jakarta sebagai kota global.

"Jakarta membutuhkan mobilitas rendah karbon yang mampu mendukung pertumbuhan kota sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat," ujarnya.

Pramono menambahkan, pencapaian target pengurangan emisi membutuhkan kerja sama lintas pihak. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, sektor swasta, komunitas, hingga masyarakat perlu terlibat dalam membangun sistem transportasi yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

"Melalui IITS 2026, Jakarta hadir sebagai living laboratory yang terus belajar dari berbagai kebijakan, inovasi, dan tantangan. Kami siap berbagi pengalaman serta membangun kemitraan bersama kota-kota lain," pungkasnya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

Berita Terbaru

Babak Baru Diplomasi: Trump Bersiap Jumpa Kim Jong Un Lagi

Wapres Gibran Tinjau Korban Gempa NTT, Pastikan Kebutuhan Warga Terpenuhi

Molinas Diproyeksi Hemat Subsidi BBM Rp82,2 Triliun hingga 2037

Anggota DPR Minta Pemerintah Perbaiki Status Guru Madrasah Swasta

Gubernur Minta PWNU Banten Jaga Kekompakan Jelang Muktamar Ke-35 NU

Anggota DPR Minta Pemerintah Prioritaskan Guru PPPK Daerah 3T jadi PNS

Basarnas Evakuasi Lansia-Ibu Hamil di NTT yang Sakit dan Trauma Gempa

Sidang Kasus Praktik Calo Jabatan oleh Bupati Nonaktif Fadia Arafiq Ungkap Dugaan Peran Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan

BPBD Jabar Berangkatkan 20 Personel Bantu Korban Gempa NTT

Tekan Emisi, Gubernur Pramono Targetkan 10.000 Bus Elektrik Sudah Broperasi di Jakarta pada 2030

Tradisi Mulud Adat Bayan Pertama Kalinya Masuk Kalender KEN

Trump Ancam Hukuman Ekonomi ke Negara Mana pun yang Bantu Iran

Gibran Tinjau Dampak Gempa di NTT, Pastikan Keselamatan dan Kebutuhan Dasar Warga Jadi Prioritas

Mesin Ekonomi Baru di Pesisir! KNMP Konawe Suplai 8 Ton Ikan Kualitas Ekspor ke Luar Kota

Komisi X DPR Minta BPK NTT Laporkan Kondisi Situs Budaya yang Terdampak Gempa

Kejar Target Bebas Emisi, Pemprov DKI Jakarta Bakal Operasikan 10 Ribu Bus Listrik

Andrea Bocelli Gelar Konser di Borobudur dan Jakarta, Cek Harga Tiket dan Jadwalnya

Pestani Rawit Groo Festival: PT Petrokimia Gresik Dorong Petani Tingkatkan Produktivitas Cabai

Kemenbud, BRWA, dan AMAN Integrasikan Data 3.857 Komunitas Adat untuk Percepat Pengakuan Hak

MinyaKita Dijual Rp31 Ribu, Mobil GASING Keliling Batam Tekan Harga Sembako

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.