Gempa NTT, UMI Makassar Kirim Tim Medis dan Bantuan Logistik untuk Warga Terdampak

Kamis, 20 Agu 2026, 14:05 WIB

Makassar - Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar mengirim bantuan logistik dan tim medis guna memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dekan FK UMI Dr dr Nasruddin A. Mappaware di Makassar, Kamis (20/8), menjelaskan, pengiriman tim dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata di lapangan.

Ket. Foto: Rektor UMI Prof Hambali Thalib dan Dekan FK UMI berfoto bersama tim sebelum bertolak untuk memberikan layanan kesehatan bagi korban gempa di Nusa Tenggara Timur. — Sumber: Antara

Karena itu, kata dia, UMI tidak hanya mengandalkan tenaga medis, tetapi juga menyiapkan dukungan berupa kebutuhan dasar dan perlengkapan pelayanan kesehatan.

“Kami mengirimkan tim medis, termasuk dokter spesialis bedah, dengan dukungan penuh Association of Medical Doctors of Asia (AMDA) Internasional," ujarnya.

Dokter spesialis bedah dr Berry Erida Hasbi ditunjuk memimpin tim didampingi dr Muhammad Irsan Muflih Mundzir, Muhammad Zhafran Tharif Abdurrahman SKed, M. Altaf Fayyaz SKed dan Muh. Asrul Idris ST dari Humas UMI.

"FK UMI bersama AMDA Internasional juga berhasil menggalang bantuan yang akan disalurkan dalam bentuk kebutuhan mendesak, seperti logistik pangan, obat-obatan, serta peralatan medis untuk mendukung pelayanan di lapangan,” lanjutnya.

Kebijakan mengirimkan bantuan ke NTT sekaligus sebagai komitmen UMI sebagai kampus berdampak.

Ia menjelaskan, kolaborasi dengan AMDA Internasional juga memberikan dimensi lain bagi kiprah UMI. Kerja sama internasional tidak semata-mata diukur dari banyaknya dokumen kerja sama atau agenda akademik bersama, tetapi dari sejauh mana jejaring tersebut dapat menghasilkan manfaat bagi masyarakat.

Keterlibatan AMDA dalam misi NTT melanjutkan kemitraan kemanusiaan yang sebelumnya telah dibangun bersama UMI. Pengalaman tersebut sekaligus menunjukkan bahwa respons perguruan tinggi terhadap bencana dapat dibangun melalui kolaborasi.

UMI, lanjut dia, memiliki tenaga ahli dan sumber daya akademik, AMDA membawa jejaring serta pengalaman kemanusiaan, sementara alumni UMI di daerah dapat membantu membuka akses dan memahami kebutuhan lokal.

Misi kali ini dipimpin oleh dokter spesialis bedah, sehingga pelayanan yang dibawa UMI tidak berhenti pada bantuan umum. Tim juga harus menghadapi kondisi geografis wilayah terdampak serta potensi gempa susulan yang membutuhkan kesiapan dan kehati-hatian selama berada di lapangan.

Kehadiran tim medis UMI di NTT juga menjadi bagian dari rekam jejak UMI dalam menjalankan kerja kemanusiaan. Sebelumnya, FK UMI melalui Tim Reaksi Cepat TBM 110 juga bergerak memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat terdampak kebakaran di Makassar.

  • Pascagempa NTT

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Jakarta Jadi Kota dengan Udara Terburuk Kedua di Dunia, Data Real-time IQAir Catat AQI 161

Fantastis! Sindikat Pemalsuan Materai di Lima Provinsi Rugikan Negara Rp1,03 Triliun

BUMN Tak Cukup Andalkan Aset, Menperin Minta Perkuat Hilirisasi dan Rantai Pasok Industri

Polda dan 22 Ormas se-Banten Gelar Apel Kamtibmas

Airlangga: Indonesia Prioritaskan Transformasi Industri Berbasis Tenaga Surya

Review Harusnya Horror: Hantu Wibu, Komedi, dan Kreator Konten dalam 106 Menit

Kapasitas Terpasang Panas Bumi Baru 11,6%, Bahlil: Jangan Tahan Konsesi!

Komisi XIII DPR Buka Peluang Bentuk Badan Khusus soal TPPO

Empat Pekerja Tewas Tertabrak Kereta di Jepang, Negara dengan Catatan Keselamatan KA Terbaik di Dunia

Gempa NTT, UMI Makassar Kirim Tim Medis dan Bantuan Logistik untuk Warga Terdampak

Ayam Tukong Kalbar Tercatat sebagai Kekayaan Intelektual Komunal Indonesia

Brimob Polda Sumut Sediakan Dapur Lapangan bagi Warga Terdampak Bencana

Celios: Utang Swasta Melambat, Pemerintah Meningkat!

DPR: Pengalihan Status Guru PPPK Terobosan Tata Kelola Pendidikan

Dinas Kehutanan Kalsel Berupaya Keras Cegah Karhutla Meluas ke Hutan Lindung Liang Anggang

Mentan Amran: Stok Beras NTT 39 Ribu Ton, Lahan Rusak Akibat Gempa Akan Diganti

Menteri Keuangan: Pembatasan Subsidi BBM untuk Desil 10 Bisa Hemat Anggaran 10 Persen

Hasil Studi: Pramugari dan Pilot Paling Berisiko Terkena Kanker terkait Radiasi

Pasokan Air Terbatas, Ribuan Hektare Sawah di Karawang Tidak Ditanami

Jaga Stabilitas Harga, Perum Bulog Sumut Perkuat Penyaluran Beras SPHP ke Pasar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.