Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Wamendukbangga Isyana: Penurunan Stunting Elemen Penting Pencapaian Generasi Indonesia Emas 2045

📅 Kamis, 18 Sep 2025, 20:40 WIB | Oleh:
Wamendukbangga Isyana: Penurunan Stunting Elemen Penting Pencapaian Generasi Indonesia Emas 2045 Doc: koran jakarta/dok
Ket. Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga)/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka.

JAKARTA - Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga)/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menegaskan penurunan stunting merupakan bagian penting dari pencapaian visi Indonesia Emas 2045.

Hal itu dikemukakan Wamendukbangga Isyana dalam sambutannya saat rapat antar kementerian/lembaga dalam rangka percepatan penurunan stunting di desa yang diselenggarakan oleh Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) di Jakarta, Selasa (16/9) lalu.

Pertemuan tersebut juga diikuti Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian BPN/Bappenas, pemerintah daerah dari lima provinsi prioritas (Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Nusa Tenggara Timur), serta unsur pendamping profesional.

Menurut Wamendukbangga Isyana, Asta Cita ke-4 menekankan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). “SDM unggul hanya bisa lahir dari keluarga yang sehat dan terbebas dari stunting,” ujar Wamen, seraya menyampaikan datatentang prevalensi stunting nasional yang saat ini berada pada angka 19,8 persen.

Adapun target penurunan stunting ditetapkan sebesar 18,8 persen pada tahun 2025, 14,2 persen pada tahun 2029, dan 5 persen pada 2045. “Capaian ini hanya mungkin diraih melalui kolaborasi lintas sektor dan konvergensi program, bukan oleh satu kementerian saja,” tegas Wamen.

Lebih lanjut, Wamen Isyana menekankan pentingnya pencegahan stunting sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Presiden sendiri telah mencanangkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD. Ini sebagai salah satu cara utama pencegahan stunting pada periode emas tumbuh kembang anak.

Bukan Sekadar Persoalan Gizi

Adapun Wamendes PDT, Ahmad Riza Patria, mengatakan bahwa stunting bukan sekadar persoalan gizi, tetapi juga cerminan kualitas SDM di masa depan. “Kalau ingin membangun bangsa, tidak ada pilihan selain membangun manusia Indonesia. Desa harus menjadi basis utama dengan dukungan Dana Desa, digitalisasi pendataan, dan koordinasi dari pusat hingga desa,” ungkapnya.

Wamendes menambahkan bahwa pembangunan manusia harus dilakukan secara menyeluruh, memperkuat pendidikan agama, karakter, dan moral, memastikan kesehatan jasmani, penguasaan bahasa, teknologi, serta keterampilan.

Ia juga menekankan pentingnya sosialisasi usia perkawinan yang ideal serta peningkatan peran program Keluarga Berencana (KB) untuk memastikan anak-anak lahir dengan perhatian, pendidikan, dan nutrisi yang cukup.

Kemendukbangga/BKKBN sendiri menegaskan komitmennya dalam percepatan penurunan stunting melalui penguatan peran Tim Pendamping Keluarga (TPK), kader PPKBD/Sub-PPKBD, atau institusi masyarakat pedesaan (IMP). Pendampingan keluarga berisiko stunting, pemantauan tumbuh kembang anak, penyuluhan gizi, hingga fasilitasi bantuan sosial menjadi prioritas utama di lapangan.

Selain itu, Kemendukbangga/BKKBN menggerakkan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Bantuan yang diberikan meliputi pemenuhan gizi, penyediaan rumah layak huni, air bersih, jamban sehat, serta edukasi bagi keluarga berisiko stunting.

Hasil evaluasi capaian konvergensi triwulan II tahun 2025 menunjukkan masih banyak desa dengan kinerja rendah, terutama terkait pendataan keluarga berisiko stunting, pemanfaatan layanan, dan optimalisasi dana desa.

Karena itu, forum ini diarahkan untuk menghasilkan kesepakatan untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, optimalisasi pemanfaatan dana desa serta peningkatan kapasitas pendamping melalui monitoring dan evaluasi yang lebih terintegrasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Komcad ASN

42 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...

Upaya Pembersihan Sampah di Kawasan Laut Jakarta

42 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

42 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...
Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
Ekonomi
Pemerintah Siapkan Perubaha...
Nasional
Diskusi, Demokrasi Pancasil...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.