Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Presiden Prabowo Berupaya Memulihkan Kepercayaan yang Mulai Terkikis

📅 Kamis, 18 Sep 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Memperkuat Kinerja

Sementara itu, Direktur Pusat Studi Islam dan Demokrasi (PSID) Jakarta, Nazar el Mahfudzi mengatakan perombakan menteri itu harus dipahami sebagai upaya memperkuat kinerja pemerintahan dalam menjawab tantangan ke depan.

Menurut Nazar, hak prerogatif presiden memberi keleluasaan untuk menempatkan sosok yang dianggap paling tepat dalam mendukung agenda pembangunan. “Reshuffle ini bukan sekadar rotasi politik, tapi langkah agar beban presiden menjadi lebih ringan, sehingga fokus kebijakan dapat segera dirasakan masyarakat,” kata Nazar.

Publik jelasnya tentu menunggu hasil dari perombakan itu dengan harapan agar kebutuhan dasar rakyat seperti stabilitas harga, lapangan kerja, serta peningkatan pelayanan publik bisa segera diwujudkan melalui kabinet baru.

“Reshuffle harus mempercepat kinerja. Kalau para menteri yang baru bisa langsung bekerja sejak hari pertama, maka agenda prioritas pemerintah akan lebih mudah tercapai,” kata Nazar.

Ia juga menekankan pentingnya konsistensi kebijakan, di mana menteri yang baru harus segera menyesuaikan diri dengan visi Presiden agar tidak terjadi tumpang tindih program yang berpotensi menghambat pembangunan.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa tantangan global mulai dari ketidakpastian ekonomi hingga dampak perang dagang harus diantisipasi dengan kabinet yang solid. “Konsolidasi di dalam kabinet menjadi kunci, agar pemerintah bisa lebih tangguh dalam menghadapi situasi yang berubah cepat,” jelasnya.

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Mubyarto Institute, Awan Santosa mengingatkan agar pejabat yang baru dilantik harus bisa memulihkan kepercayaan publik terhadap masa depan negara. “Stabilitas ekonomi dan politik akan tercipta ketika rakyat memiliki harapan baru terhadap para pejabat yang bersih, amanah, dan berintegritas tersebut,”tegas Awan.

Sementara pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam, mengatakan penunjukan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan dan Djamari Chaniago sebagai Menko Polkam menunjukkan kalau Presiden ingin memperkuat stabilitas politik, ekonomi dan keamanan nasional, terutama dalam menghadapi tantangan geopolitik dan dinamika sosial dalam lima tahun ke depan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.