Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Fenomena “Job Hugging” Marak di Tengah Ketidakpastian Pasar Kerja

📅 Kamis, 18 Sep 2025, 15:15 WIB | Oleh:
Fenomena “Job Hugging” Marak di Tengah Ketidakpastian Pasar Kerja Doc: Dok. Pexels

YOGYAKARTA – Fenomena job hugging atau kecenderungan pekerja bertahan pada satu pekerjaan meskipun sudah kehilangan minat dan motivasi, kini semakin banyak dialami masyarakat Indonesia. Langkah tersebut kerap diambil demi bertahan hidup di tengah ketidakpastian pasar kerja, ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) massal, serta tekanan ekonomi yang kian memberatkan.

Guru Besar Fisipol UGM sekaligus pengamat ketenagakerjaan, Prof. Dr. Tadjuddin Noer Effendi, M.A., menegaskan bahwa fenomena ini sebenarnya bukan hal baru. Menurutnya, sulitnya situasi pasar kerja membuat banyak orang memilih bertahan daripada mencari peluang baru yang risikonya lebih besar. “Mencari pekerjaan baru memiliki risiko yang tinggi, maka mereka cenderung memilih bertahan,”ujarnya, Rabu (17/9).

Faktor keamanan finansial dan stabilitas, lanjut Tadjuddin, menjadi alasan paling dominan dalam praktik job hugging. Ia menganalogikan kondisi ini dengan pepatah lama. “Berharap burung terbang tinggi, punai di tangan dilepaskan. Lebih baik bertahan dengan pekerjaan yang ada saat ini daripada mengambil keputusan yang cukup berisiko dan belum pasti untuk ke depannya,” katanya.

Ia menambahkan, pasar kerja lima tahun terakhir menunjukkan ketidakpastian yang serius. Angka pengangguran masih tinggi, daya beli masyarakat melemah, dan laju pertumbuhan ekonomi melambat. Situasi ini berdampak domino terhadap serapan tenaga kerja baru, khususnya bagi lulusan muda. “Nah, inilah yang menyebabkan tingginya angka pengangguran. Saat ini mencapai 7,4 persen dan tertinggi di Asia Tenggara. Mayoritas dari pengangguran adalah usia pencari kerja antara 15–24 tahun,”ungkapnya.

Dalam kondisi tersebut, banyak pekerja memilih menambah pemasukan dengan pekerjaan sampingan ketimbang mengambil risiko meninggalkan pekerjaan utama. “Masyarakat lebih memilih untuk menambah pemasukan dari pekerjaan sampingan seperti freelance atau bisnis kecil-kecilan,” pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Polisi Vietnam Sita 500 Kucing Curian yang akan Diambil Dagingnya

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Polisi Vietnam Sita 500 Kuc...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Verifikasi Calon Penerima Program Bedah Rumah Capai 300 Ribu Unit

Verifikasi Calon Penerima Program Bedah Rumah Capai 300 Ribu Unit

17 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.