Semester Pertama, Volume Transportasi Gas dan Minyak Pertagas Meningkat
📅 Rabu, 17 Sep 2025, 16:24 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
JAKARTA– PT. Pertamina Gas (Pertagas), sebagai bagian dari Subholding Gas Pertamina, terus menjaga keandalan operasi di seluruh lini bisnis. Pertagas menegaskan perannya dalam mengelola infrastruktur transportasi gas dan minyak bumi, regasifikasi LNG (Liquefied Natural Gas), pemrosesan LPG (Liquefied petroleum gas), serta mendukung pemenuhan kebutuhan energi nasional.
Keandalan operasional seluruh infrastruktur energi mendorong kinerja Pertagas tumbuh positif pada semester pertama 2025.
Direktur Utama PT Pertamina Gas (Pertagas), Indra P. Sembiring, menyampaikan bahwa keandalan infrastruktur menjadi fondasi penting dalam mendukung swasembada energi nasional.
“Pertagas terus bergerak maju untuk menjadi perusahaan infrastruktur energi terintegrasi berkelas dunia. Saat ini, Pertagas mengoperasikan 2.713 kilo meter (km) pipa transmisi gas bumi dan 605 km pipa transmisi minyak bumi yang terkoneksi dengan jaringan Subholding Gas Pertamina,” ujar Indra.
Indra menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan kerja menjadi prioritas utama. “Pertagas sangat ketat menjalankan HSSE untuk mendorong kinerja positif perusahaan dan memberikan dampak bagi pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan,” tambahnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Komitmen tersebut membuahkan capaian, salah satunya diraihnya predikat Safety Bintang 5 serta empat penghargaan Indonesia Safety Excellence Award (ISEA) 2025 di ajang 2nd Annual Occupational Safety Health (OSH) Asia’s Summit 2025 di Bali.
Direktur Teknik dan Operasi, Agung Indri Pramantyo, menyampaikan bahwa volume transportasi gas dan minyak yang dikelola Pertagas terus meningkat.
Sepanjang semester pertama 2025, transportasi gas mencapai kurang lebih 290 ribu MMSCF (million standard cubic feet) yang didorong optimalisasi serapan dari aktivitas industri di Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Kalimantan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pertagas juga berhasil menyalurkan volume transportasi minyak kurang lebih 31 juta Blue Barrel (BBL), sejalan dengan tambahan pasokan dari sumur hulu,” jelas Agung.
Peningkatan tersebut salah satunya ditopang oleh Pipa Minyak Rokan sepanjang 343 kilometer. Sejak beroperasi di tahun 2022, pipa ini menjadi urat nadi penyaluran minyak dari Blok Rokan, salah satu penghasil minyak terbesar di Indonesia. Selain aliran minyak yang terjaga, keberadaannya juga membawa manfaat ekonomi lokal sejak masa pembangunan hingga saat ini telah beroperasi penuh, mulai dari penyerapan tenaga kerja hingga pemberdayaan masyarakat melalui program CSR.
Infrastruktur Terintegrasi
Direktur Komersial, Ryrien Marisa, menambahkan bahwa infrastruktur terintegrasi Pertagas menjadi tulang punggung penyaluran energi di seluruh Indonesia.
“Saat ini, Pertagas memiliki 71 pelanggan industri meliputi kelistrikan, pupuk, petrokimia, oleochemical, baja, keramik, kaca, hingga jaringan gas kota (city gas), lebih dari 17 ribu UMKM, serta 270 ribu rumah tangga di seluruh Indonesia,” jelas Ryrien.
Selain jaringan pipa transmisi utama, Pertagas juga mengandalkan sinergi anak perusahaan dan joint venture. Pada semester pertama, Perta Samtan Gas mencatat produksi kurang lebih 62 ribu ton LPG berkat optimalisasi fasilitas pengolahan, sementara Perta Arun Gas merealisasikan regasifikasi LNG kurang lebih sebesar 26 ribu BBTU, untuk menopang kebutuhan energi sektor kelistrikan dan pupuk di Sumatera.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!