Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pengangguran Muda Tiongkok Tembus 18,9 Persen, Ekonomi Disebut Kian Lemes

📅 Rabu, 17 Sep 2025, 19:00 WIB | Oleh:
Pengangguran Muda Tiongkok Tembus 18,9 Persen, Ekonomi Disebut Kian Lemes Doc: AFP

JAKARTA — Tingkat pengangguran muda di Tiongkok kembali menembus rekor tertinggi setelah Badan Statistik Nasional (NBS) merilis data terbaru. Pada Agustus 2025, tingkat pengangguran kelompok usia 16 hingga 24 tahun tercatat sebesar 18,9 persen, menjadi level tertinggi sejak pemerintah mengubah metode perhitungan pada 2024.

Pada Juni 2023, angka pengangguran pemuda Tiongkok sempat melonjak lebih dari 21 persen. Kondisi tersebut membuat NBS sempat menghentikan publikasi rutin sebelum akhirnya kembali merilis data pada Desember dengan metode baru yang mengecualikan mahasiswa dari sampel perhitungan.

Sejak saat itu, data pengangguran muda menunjukkan fluktuasi seiring berbagai kebijakan pemerintah untuk menggerakkan ekonomi. Namun, laporan terbaru menunjukkan angka kembali meningkat, menambah daftar panjang sinyal pelemahan ekonomi di negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia tersebut.

Tidak hanya pengangguran, data terbaru juga memperlihatkan perlambatan di sektor industri dan konsumsi. Produksi pabrik serta penjualan ritel pada Agustus 2025 dilaporkan tumbuh paling lambat dalam setahun terakhir, sehingga menambah tekanan terhadap kinerja ekonomi domestik.

Kepala ekonom NBS, Fu Linghui, pada 15 September lalu mengakui tantangan yang dihadapi perekonomian Tiongkok semakin berat. “Permintaan domestik masih lemah, dan beberapa perusahaan menghadapi kesulitan operasional,” ungkap Fu dalam konferensi pers.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa langkah-langkah pemulihan yang diupayakan pemerintah belum mampu mengangkat daya beli masyarakat. Pasar tenaga kerja yang masih rapuh juga memperkuat kekhawatiran akan semakin panjangnya jalan menuju pemulihan ekonomi Tiongkok.

Tekanan ekonomi semakin terasa dengan adanya krisis berkepanjangan di sektor properti. Banyak perusahaan properti dilaporkan kesulitan memenuhi kewajiban keuangan, yang pada akhirnya memengaruhi stabilitas sektor keuangan dan daya saing ekonomi secara keseluruhan.

Selain itu, ketegangan dagang dengan Amerika Serikat terus menambah beban bagi perekonomian Tiongkok. Kondisi ini mempersulit ekspor sekaligus memperburuk iklim bisnis di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.

Badan Statistik Nasional juga melaporkan bahwa tingkat pengangguran nasional pada Agustus 2025 mencapai 5,3 persen. Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan 5,2 persen pada Juli, yang menunjukkan adanya tekanan lebih luas terhadap pasar tenaga kerja.

Lonjakan angka pengangguran muda hingga mendekati 19 persen kini menjadi perhatian besar pemerintah Tiongkok. Pasalnya, generasi muda merupakan motor penggerak utama dalam produktivitas ekonomi, sehingga tingginya angka pengangguran bisa berimbas pada melemahnya prospek pertumbuhan jangka panjang.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah Tiongkok berupaya mendorong penciptaan lapangan kerja melalui berbagai kebijakan stimulus. Namun, hambatan struktural seperti lemahnya konsumsi masyarakat, krisis properti, hingga daya serap industri terhadap tenaga kerja baru masih menjadi tantangan besar.

Situasi ini semakin memperkuat pandangan bahwa ekonomi Tiongkok tengah berada dalam fase sulit. Pertumbuhan yang melambat, pasar kerja yang rapuh, serta tekanan global menjadikan pemulihan ekonomi berjalan tidak sesuai harapan.

Jika kondisi ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin pemerintah akan menghadirkan stimulus baru untuk menjaga stabilitas. Namun, efektivitas kebijakan tersebut tetap bergantung pada kemampuan Tiongkok mengatasi masalah mendasar yang membelit perekonomiannya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.