Pemkab Lebak Berusaha Atasi Penularan Penyakit TBC
📅 Rabu, 17 Sep 2025, 16:37 WIB | Oleh: Sujar
Doc: ANTARA/Mansyur
Lebak -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Banten, gencar melakukan skrining untuk memutus mata rantai penularan penyakit tuberkulosis (TBC) di daerah itu.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebak dr Nining Tilawah, di Lebak, Rabu, mengatakan petugas medis juga mengoptimalkan skrining terhadap masyarakat yang mengalami batuk lebih dari tiga bulan.
"Skrining diterapkan kepada masyarakat yang mengalami batuk lebih dari tiga bulan, sedangkan pasien terkonfirmasi positif TBC diwajibkan menjalani pengobatan selama 6-12 bulan tanpa putus," ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga berupaya menemukan kasus TBC sebanyak-banyaknya untuk memutus mata rantai penularan penyakit tersebut.
Selama ini, menurut dia, tren kasus TBC di daerah terus mengalami peningkatan setiap tahunnya, sehingga pemerintah gencar melakukan skrining sebagai langkah memutus mata rantai penularan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak jumlah penderita TBC periode Januari hingga Agustus 2025 tercatat sebanyak 3.785 orang dan 32 orang di antaranya dilaporkan meninggal dunia akibat keterlambatan penanganan serta ketidakpatuhan dalam menjalani pengobatan.
Dari jumlah kasus itu, kata dia, tercatat sebanyak 315 anak terpapar TBC.
"Sebenarnya, kasus TBC bisa sembuh total jika mereka disiplin untuk mematuhi jadwal minum obat," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Nining menambahkan, hingga Agustus 2025, capaian pemeriksaan dugaan TBC baru terealisasi sekitar 32 persen dari target pelayanan standar minimal (PSM) sebanyak 29.290 orang.
Untuk itu, petugas medis terus mengoptimalkan skrining dan pelacakan secara rutin.
Semua pasien TBC diwajibkan menjalani tes cepat molekuler (TCM) sebagai bagian dari diagnosis, sebelum menerima pengobatan gratis sesuai standar.
"Kami mengoptimalkan pelacakan setiap pekan untuk menemukan kasus TBC secara dini," kata Nining.
Ia juga mengajak masyarakat agar mengedepankan langkah pencegahan melalui edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
Masyarakat juga diminta menjaga ventilasi rumah, menghindari rokok, alkohol, serta begadang, dan memastikan lingkungan tetap bersih dan sehat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!