Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BWS Bali Akan Lakukan Normalisasi 6 Sungai Utama Cegah Banjir Besar Kembali Terulang

📅 Rabu, 17 Sep 2025, 14:29 WIB | Oleh:
BWS Bali Akan Lakukan Normalisasi 6 Sungai Utama Cegah Banjir Besar Kembali Terulang Doc: antara foto
Ket. Kepala BWS Bali Penida Gunawan Suntoro di Denpasar, Bali, Rabu (17).

DENPASAR - Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersiap melakukan normalisasi enam sungai utama di Bali untuk mencegah banjir besar terulang kembali.

Kepala BWS Bali Penida Gunawan Suntoro di Denpasar, Bali, Rabu (17), mengatakan Gubernur Bali sudah mengajukan permohonan normalisasi di enam sungai utama.

Permintaan tersebut telah mendapat respons positif Menteri PU dan tinggal menunggu anggaran.

"Ada sekitar enam seperti Tukad Badung, Tukad Mati, Tukad Ayung, dan Tukad Unda. Kita identifikasi titik-titik yang benar-benar urgen dilakukan normalisasi salah satunya di Waduk Muara (aliran Tukad Badung) ada sedimentasi di sana yang cukup besar," kata dia.

BWS melihat ketebalan yang terjadi di muaranya Tukad Badung itu mencapai 270 ribu meter kubik, sehingga biaya normalisasinya saja bisa mencapai Rp30 miliar.

"Kami agak kesulitan kalau harus sekaligus, mungkin akan bertahap dan ini jangka menengah yang tidak cukup dilakukan dalam setahun, setidaknya pak menteri sangat intens bisa dimulai di tahun depan," ujar Gunawan.

Untuk sementara sebelum normalisasi sungai, BWS Bali Penida akan memulai antisipasi masa tanggap darurat bencana dengan memperbaiki tanggul-tanggul yang jebol akibat banjir besar pada Rabu (10/9/2025) lalu menggunakan anggaran bencana yang ada.

Gunawan mengatakan Menteri PU memberi perhatian besar terhadap infrastruktur sungai di Bali, sehingga pihaknya diminta mengidentifikasi sungai besar yang menjadi prioritas perbaikan.

Sepanjang Tukad Badung sebagai salah satu sungai yang meluap saat banjir di Denpasar, dari hasil kajian menunjukkan sedimentasinya tak begitu besar, namun di muaranya tadi yang menjadi perhatian.

Begitu pula sedimentasi di Tukad Ayung dan Tukad Mati, juga Tukad Unda yang perlu dibuatkan tanggul.

"Memang kalau dilihat hujannya yang cukup besar, ini sebenarnya kalau (hujan) normal-normal saja tidak diperlukan (normalisasi) tetapi karena memang kita sudah melihat curah hujan cukup besar ya diperlukan upaya-upaya khusus untuk penanganan disana,” kata Gunawan.

BWS Bali Penida tidak memastikan normalisasi sungai merupakan satu-satunya langkah mencegah banjir besar terulang, namun dengan pengerukan tersebut artinya pemerintah telah berupaya mencegah kejadian terulang.

"Tentu, kita namanya usaha berdasarkan analisa, identifikasi kami memang diperlukan, tapi kalau dipastikan ya kita namanya manusia hanya berusaha semaksimal mungkin berdasarkan analisa," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.