Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mendag: Dukungan DPR Perkuat Perdagangan Nasional

📅 Selasa, 16 Sep 2025, 14:50 WIB | Oleh:
Mendag: Dukungan DPR Perkuat Perdagangan Nasional Doc: Kementerian Perdagangan

JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso, mengapresiasi dukungan Komisi VI DPR RI terhadap anggaran Kementerian Perdagangan tahun 2026. Ia menyebut dukungan itu sebagai langkah penting memperkuat perdagangan nasional sekaligus menjaga keberadaan pasar rakyat.

Apresiasi disampaikan Mendag dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Senin (15/9). Agenda pembahasan rapat mencakup rencana kerja dan anggaran Kementerian Perdagangan tahun anggaran 2026.

“Pemerintah akan terus menindaklanjuti usulan ini dan memastikan anggaran tersedia secara optimal. Anggaran tersebut diarahkan memperkuat perdagangan dalam negeri, meningkatkan daya saing produk, serta menjaga reputasi pasar rakyat,” ujar Budi.

Komisi VI DPR RI menyetujui pagu anggaran Kemendag tahun 2026 sebesar Rp1,40 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk program perdagangan dalam negeri, luar negeri, dan dukungan manajemen.

Selain itu, Komisi VI DPR juga mendukung tambahan anggaran Rp586,63 miliar untuk belanja operasional dan nonoperasional. Usulan tambahan ini telah disampaikan Kemendag kepada Kementerian Keuangan serta Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

“Kami terus melakukan komunikasi dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan kami telah menyampaikan surat kembali ke Kemenkeu. Kami berharap bisa mendapat respons positif dari Kemenkeu,” kata Budi.

Komisi VI DPR RI menekankan tambahan anggaran diperlukan untuk memperkuat program strategis nasional, termasuk revitalisasi pasar rakyat. Usulan ini sejalan dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 tentang pengentasan kemiskinan.

Anggota Komisi VI DPR RI, Rizal Bawazier menilai revitalisasi pasar penting bagi perekonomian masyarakat. Ia menyebut peningkatan anggaran dibutuhkan agar pasar dapat berkembang lebih baik.

“Revitalisasi pasar merupakan hal krusial bagi perekonomian karena langsung berkaitan dengan kehidupan masyarakat. Program ini bahkan telah diatur secara jelas dalam Instruksi Presiden sebagai dasar pelaksanaannya,” ujar Rizal.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Nurdin Halid juga menekankan pentingnya program revitalisasi pasar rakyat. Ia menyoroti masih banyak pasar kumuh yang belum nyaman untuk aktivitas jual beli masyarakat.

Menurut Nurdin, revitalisasi pasar merupakan langkah nyata memperkuat perekonomian rakyat. Ia menegaskan kebijakan ini sejalan dengan amanat inpres yang mendorong kesejahteraan masyarakat. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
IESR: Pulau Sumbawa Punya P...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

42 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.