Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Parara Mini Festival 2025, Ajang Perkenalkan Bahan Pangan Lokal kepada Generasi Muda

📅 Jumat, 12 Sep 2025, 16:18 WIB | Oleh:

Kementerian Kebudayaan melalui Direktorat Bina Kepercayaan Terhadap Tuhan YME dan Masyarakat Adat turut berkolaborasi dalam festival ini. Christriyati Ariani, Ketua Tim Kerja Gerakan Pangan Lokal Nusantara, menegaskan pentingnya mengangkat pangan masyarakat adat ke ruang publik. 

“Banyak komunitas adat memiliki kearifan pangan yang sejalan dengan keberlanjutan. Pemerintah mendukung penuh kolaborasi ini agar pangan lokal tidak hanya dipertahankan, tetapi juga mendapat tempat dalam konsumsi sehari-hari. Kehadiran Parara Mini Festival menjadi jembatan menuju gerakan pangan lokal nasional,” ujarnya. 

Ia mengatakan “berasisasi” yang dilakukan pemerintah sebelumnya-sebelumnya telah membuat pangan lokal terpinggirkan. Padahal di Kawasan Indonesia Timur seperti Nusa Tenggara Timur dengan curah hujan yang rendah bahan pangan cocok dengan kondisi iklim di sana seharusnya yang tumbuh baik di tempat itu misalnya jagung.

“Ending dari Gerakan ini sebenarnya adalah memang makanan pokok tidak harus beras. Bahan bahan pangan lokal sudah lama digaungkan, tapi yang terjadi seperti lagi yang tidak pernah hit,” ujar dia.

Sementara dari bidang fashion dan wastra Indonesia, Shinta Lidwina Djiwatampu BS, M.Ds, LaSalle College Jakarta mengatakan Parara Mini Festival 2025 ini adalah kesempatan untuk mengenalkan kain tenun daerah kepada lebih banyak masyarakat, karena masih banyak tenun daerah yang belum mendapat perhatian. 

“Kain kiboki belum mendapat banyak perhatian. Karena itu kami ingin menampilkan karya-karya fashion yang memanfaatkan tenun tradisional dengan sentuhan desain kontemporer. Bahan-bahan kami beli langsung dari pengrajin dengan harga pantas, sebagai bentuk penghargaan terhadap usaha masyarakat adat. Dengan begitu, fashion tidak hanya menjadi karya estetis, tetapi juga sarana mendukung ekonomi lokal dan menjaga warisan budaya,” jelas Shinta Lidwina. 

Parara ini Festival 2025 bukan hanya sekadar pameran, melainkan ruang literasi, apresiasi, dan perayaan. Festival ini diharapkan dapat menumbuhkan kebanggaan terhadap kekayaan pangan dan budaya nusantara, sekaligus memperkuat solidaritas antar-generasi dalam mencintai produk lokal.

“Pangan lokal bukan hanya soal makanan, tetapi soal identitas, keberlanjutan, dan masa depan bangsa,” lanjut Anang Setiawan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

34 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.