Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Parara Mini Festival 2025, Ajang Perkenalkan Bahan Pangan Lokal kepada Generasi Muda

📅 Jumat, 12 Sep 2025, 16:18 WIB | Oleh:
Parara Mini Festival 2025, Ajang Perkenalkan Bahan Pangan Lokal kepada Generasi Muda Doc: Koran jakarta - Haryo Brono
Ket. Acara media gathering Parara Mini Festival 2025 yang diselenggarakan pada hari Senin (8/9). Acara ini akan berlangsung pada tanggal 12–13 September 2025 di Taman Literasi, Blok M, Jakarta Selatan.

JAKARTA – Konsorsium Panen Raya Nusantara (Parara) kembali menghadirkan Parara Mini Festival 2025. Festival yang menampilkan bahan pangan lokal ini berlangsung pada 12–13 September 2025 di Taman Literasi, Blok M, Jakarta Selatan.

Mengusung tema #CareEatLove, festival ini menjadi ruang perayaan pangan lokal, tradisi nusantara, serta produk komunitas adat yang bertujuan mendekatkan kembali Masyarakat terutama generasi muda dengan pangan sehat, berkelanjutan, dan penuh makna. Mereka diharapkan dapat mengenal pangan local seperti singkong, sorgum, talas, ubi, sagu, dan lainnya seperti generasi sebelumnya.

Festival ini sejalan dengan peringatan Hari Pangan Sedunia 2025, yang menyerukan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan sistem pangan yang adil, damai, dan berketahanan. Melalui rangkaian program interaktif, Parara Mini Festival 2025 ingin membangun kesadaran publik untuk lebih menghargai pangan lokal, sekaligus mendukung produsen, UMKM, dan masyarakat adat yang menjaga tradisi serta keberlanjutan alam.

Ketua Steering Committee Parara Anang Setiawan mengatakan, sejak 2015 Konsorsium Parara telah konsisten menghadirkan festival dua tahunan. Pameran ini sebagai wadah bagi produsen pangan, pengrajin, dan komunitas adat dari berbagai daerah.

“Tahun ini, Festival Parara kembali hadir dengan lebih dari 16 komunitas dan menampilkan produk unggulan mereka mulai dari pangan sehat, kerajinan, hingga karya fashion yang terinspirasi dari kain tradisi,” jelas Anang Setiawan, dalam sesi media gathering yang diselenggarakan pada hari Senin (8/9). 

Selain menikmati makanan dari bahan pangan lokal, dalam kegiatan ini, pengunjung dapat merasakan berbagai aktivitas, seperti talkshow & diskusi seputar pangan lokal, tradisi nusantara, dan isu lingkungan. Kegiatan lainnya demo masak berbahan pangan lokal bersama Chef Laode (MasterChef Indonesia) dan Chef Ragil (NUSA Indonesian Gastronomy).

Panitia juga mengadakan lokakarya (workshop) kreatif membuat kerajinan, merajut noken Papua dari benang kulit kayu serta membuat boneka jari, diskusi buku kuliner & wastra nusantara. Tak hanya itu, LaSalle College Jakarta juga akan menampilkan karya berbasis kain tenun daerah dan penampilan musik oleh Bona Pascal serta pertunjukan seni tradisi.

“Parara Mini Festival adalah wujud komitmen kami merawat bumi dan mendukung produsen lokal. Tahun ini kami ingin lebih dekat dengan generasi muda di perkotaan, mengajak mereka menjadikan pangan lokal sebagai bagian dari gaya hidup,” lanjut Anang Setiawan. 

Dalam media gathering tersebut, Rudi Panduwibowo, petani organik dari Gede Salak Pangrango (GSP) turut membagikan kisah inspiratif selaku produsen lokal yang selama ini bermitra dengan Parara. Ia menuturkan Perara membantu menjaga akses pasar pasca program CSR berakhir.

 “Parara  membuka jalan agar produk organik kami tetap hadir di pasar dengan harga stabil. Petani senang, konsumen pun mendapat pangan sehat berkualitas,” ujarnya.

Sementara itu, Beni Heryana dari Bakoel Singkong menekankan potensi singkong sebagai pangan masa depan. Singkong itu lebih sehat, mudah dibudidayakan, dan bisa diolah modern. Dengan branding yang tepat, produk lokal bisa bersaing dengan pangan impor.

Menurut di tengah kegemaran terhadap makanan berbahan terigu atau gandum singkong bisa menjadi alternatif. Bahan pangan lokal ini bisa diubah menjadi tepung modified cassava flour atau tepung singkong yang dimodifikasi dengan akronim mocaf.

“Mocaf jenis tepung ini lebih sehat dari terigu karena bebas gluten, Kalau banyak orang yang mengonsumsi tepung ini untuk dijadikan berbagai makanan saya yakin produksi singkong petani bisa terserap, sehingga harga singkong tidak rendah seperti sekarang ini,” ungkapnya.

 Dari dunia kuliner, Chef Laode menyoroti peran generasi muda dalam melestarikan pangan lokal. “Petani sudah menyediakan bahan, pemerintah mendukung. Sekarang giliran anak muda untuk menghidupkan kembali pangan lokal, misalnya lewat media sosial atau gaya hidup sehari-hari. Kesadaran akan asal-usul pangan akan berdampak pada tubuh, lingkungan, dan produsen,” ungkapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

35 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.