Kapal Induk Terbaru Tiongkok Berlayar Melalui Selat Taiwan
📅 Jumat, 12 Sep 2025, 08:38 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: AP
BEIJING - Tiongkok mengatakan pada Jumat (12/9), kapal induk ketiga dan terbaru, Fujian, berlayar melalui Selat Taiwan yang sensitif untuk melakukan "uji coba penelitian ilmiah dan misi pelatihan" di Laut Tiongkok Selatan.
Beijing telah menggelontorkan miliaran dollar untuk memodernisasi militernya dalam beberapa tahun terakhir, sebuah tren yang membuat gelisah beberapa negara di Asia Timur meskipun Tiongkok mengklaim tujuannya damai.
Tiongkok memiliki dua kapal induk yang saat ini beroperasi -- Liaoning dan Shandong -- sementara Fujian sedang menjalani uji coba laut.
Liaoning buatan Soviet adalah kapal induk tertua Tiongkok yang diresmikan pada tahun 2012. Shandong mulai beroperasi pada tahun 2019.
Angkatan Laut Tiongkok mengatakan pada hari Jumat bahwa uji coba dan pelatihan lintas wilayah untuk Fujian "merupakan bagian normal dari proses pembangunan kapal induk".
Sebaiknya Anda baca juga:
"Itu tidak ditujukan pada target tertentu", kata Leng Guowei, juru bicara angkatan laut Tiongkok, dalam sebuah pernyataan.
Para analis di lembaga pemikir CSIS yang berpusat di Washington mengatakan Fujian diperkirakan akan dilengkapi sistem lepas landas yang lebih canggih, yang memungkinkan angkatan udara Tiongkok untuk mengerahkan jet yang membawa muatan lebih besar dan lebih banyak bahan bakar.
Tiongkok telah meningkatkan perluasan besar-besaran kekuatan angkatan lautnya dalam beberapa tahun terakhir karena berupaya memperluas jangkauannya di Pasifik dan menantang aliansi yang dipimpin AS.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada Juni lalu, Beijing mengatakan formasi kapal induk Liaoning dan Shandong melakukan latihan tempur di Samudra Pasifik bagian barat, yang meresahkan negara-negara tetangga regional termasuk Jepang.
Seorang pejabat keamanan Taiwan juga mengatakan saat itu bahwa Beijing telah mengerahkan dua kelompok kapal induknya di sekitar pulau itu pada bulan Mei.
Partai Komunis menolak untuk mengesampingkan kemungkinan penggunaan kekuatan untuk merebut kendali atas Taiwan, sebuah pulau demokratis dan berpemerintahan sendiri yang ditegaskan Tiongkok sebagai bagian dari wilayahnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!