Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BI Sebut Ekonomi Syariah Jadi 'Mesin Pertumbuhan Baru' Indonesia

📅 Jumat, 12 Sep 2025, 23:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
BI Sebut Ekonomi Syariah Jadi 'Mesin Pertumbuhan Baru' Indonesia Doc: Antara
Ket. Direktur Eksekutif Departemen Regional Bank Indonesia (BI) Muhammad Firdauz Muttaqin dalam Festival Syariah 2025 di Surabaya, Jumat (12/9).

Surabaya - Direktur Eksekutif Departemen Regional Bank Indonesia (BI) Muhammad Firdauz Muttaqin menyatakan ekonomi syariah berpeluang menjadi salah satu penopang kemajuan Indonesia di masa depan.

Hal itu lantaran, kata Firdauz, ekonomi syariah baik di Indonesia maupun di tingkat global kini sedang mengalami peningkatan yang pesat.

“Ekonomi syariah saat ini sedang mengalami pertumbuhan pesat,” katanya dalam Festival Syariah 2025 di Surabaya, Jumat (12/9).

Firdauz menyebutkan pesatnya perkembangan ekonomi syariah ditandai dengan meningkatnya jumlah penduduk Muslim dunia yang saat ini mencapai lebih dari 2 miliar orang.

Ia menjelaskan pertumbuhan penduduk Muslim tersebut berdampak terhadap tren halal lifestyle yang semakin marak dan kuat diterapkan oleh masyarakat.

Ia menyebutkan nilai konsumsi masyarakat Muslim di seluruh dunia kini mencapai 2,43 triliun dolar AS sehingga mencerminkan potensi pasar yang besar.

Pertumbuhan itu juga didukung oleh adanya inovasi produk dan sertifikasi halal yang semakin terintegrasi di tingkat global sehingga masyarakat Muslim lebih mudah mengakses produk sesuai syariat di berbagai negara.

“Hal ini berbeda dengan masa lalu, ketika mencari produk halal di luar negeri sangat sulit," ujar Firdauz.

Sementara dari sisi keuangan, industri jasa keuangan Islam juga berkembang signifikan yakni mencapai 3,88 triliun dolar AS pada 2024.

Perkembangan itu diperkuat oleh adanya lembaga internasional seperti Islamic Development Bank yang memberi dukungan terhadap tata kelola pembiayaan pembangunan serta mengintegrasikan pasar keuangan syariah.

Dalam hal ini, lanjutnya, Indonesia memiliki peran besar mengingat sebanyak 87 persen penduduknya merupakan Muslim dan 60 persen di antaranya berada di Pulau Jawa.

Tak hanya itu, menurut Firdauz, ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia juga solid dan kuat yakni ditandai dengan adanya Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS)

‎Oleh sebab itu, Firdauz berharap Indonesia dapat memperkuat posisinya sebagai pusat ekonomi syariah dunia terutama dari Pulau Jawa melalui adang peningkatan literasi keuangan syariah serta pengembangan industri halal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Lagi Gandrung, Semua Mau Dihilirisasi, Termasuk Rumput Laut

25 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Lagi Gandrung, Semua Mau Di...
Luar Negeri
Korea Utara Kembali Luncurk...
Daerah
Disdag Mataram: Pekan Ini P...
Advertisement
Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.