Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gubernur Pramono Anung Tegaskan Pagar Beton di Pesisir Cilincing Bukan Kewenangan Pemprov DKI

📅 Kamis, 11 Sep 2025, 15:30 WIB | Oleh:
Gubernur Pramono Anung Tegaskan Pagar Beton di Pesisir Cilincing Bukan Kewenangan Pemprov DKI Doc: Istimewa

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan pembangunan pagar beton di pesisir perairan Cilincing, Jakarta Utara, bukan kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI. Ia menyebut proyek pagar laut yang menjadi sorotan publik tersebut merupakan izin dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kepada pihak swasta.

“Saya juga ingin menyampaikan hal yang berkaitan dengan pagar laut yang viral kemarin. Perlu kami sampaikan bahwa pemerintah DKI Jakarta tidak mengeluarkan izin atas pagar laut tersebut. Ini merupakan kewenangan Kementerian KKP yang diberikan kepada PT. Karyacipta Nusantara,” ucap Pramono di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Kamis (11/9/2025).

Pramono menegaskan, meskipun pembangunan pagar laut bukan kewenangan Pemprov DKI, pihaknya tetap memperhatikan nasib para nelayan. Ia meminta PT Karyacipta Nusantara untuk memberikan jaminan akses agar nelayan tidak semakin kesulitan mencari ikan di sekitar lokasi proyek yang nanti bisa mempengaruhi mata pencaharianp para nelayan.

“Saya sudah minta kepada dinas terkait untuk segera mengundang perusahaan tersebut dan memberikan jaminan bahwa PT. Karyacipta Nusantara harus memberikan akses kepada para nelayan yang beraktivitas di tempat tersebut,” tambahnya.

Pembangunan pagar beton di Cilincing sempat terpantau sejak Mei 2025 oleh sejumlah media. Saat itu, dari kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Cilincing, pagar masih dalam tahap konstruksi dan belum digunakan sebagai penampungan batu bara curah.

Kini, pagar beton tersebut telah membentang sekitar tiga kilometer dari daratan ke arah laut. Terdapat tiga pagar beton dengan panjang serupa yang beroperasi sebagai area penampungan batu bara curah di kawasan pesisir Cilincing.

Keberadaan pagar laut ini memicu keluhan nelayan setempat yang mengaku hasil tangkapan ikan berkurang akibat akses mereka ke laut semakin terbatas. Kondisi ini membuat perhatian publik tertuju pada dampak sosial ekonomi dari proyek tersebut.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan akan terus memantau dampak pembangunan pagar laut tersebut terhadap masyarakat. Pramono memastikan nelayan yang terdampak tetap mendapat perlindungan dan akses, meski proyek berada di bawah kewenangan kementerian dan perusahaan terkait.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Hasil UEFA Nations League: Inggris Catatkan Kemenangan Terbesar Pertama Usai Hancurkan Kroasia 7-0

Hasil UEFA Nations League: Inggris Catatkan Kemenangan Terbesar Pertama Usai Hancurkan Kroasia 7-0

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.