Wali Kota Bandung Ajak ASN Layani Masyarakat dengan Komunikasi yang Baik
📅 Rabu, 10 Sep 2025, 18:30 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: Humas Kota Bandung
BANDUNG - Sebanyak 212 Aparatur Sipil Negara (ASN) baru resmi dilantik oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, dalam acara pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan PNS dan PPPK Tahap 2 Formasi Tahun 2024 di Plaza Balai Kota Bandung, Selasa (9/9).
Jumlah tersebut terdiri dari 4 CPNS yang telah menjalani masa percobaan satu tahun dan 208 PPPK yang terbagi atas 4 tenaga guru, 183 tenaga kesehatan, serta 21 tenaga teknis.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, dalam sambutannya menyampaikan selamat kepada seluruh ASN yang baru saja dilantik. Ia menegaskan, status sebagai PNS maupun PPPK bukan sekadar administratif, tetapi amanah pengabdian.
“Saudara dituntut bukan hanya bekerja sesuai tupoksi, tetapi juga menghadirkan solusi, memberi pelayanan yang humanis, dan menjaga citra Pemerintah Kota Bandung di mata masyarakat,” ujar dia.
Wali Kota Farhan juga mengingatkan agar para ASN tidak menyia-nyiakan kesempatan yang telah diraih.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Tidak semua orang mendapat kesempatan yang sama. Saudara yang berdiri di sini adalah orang-orang pilihan. Tunjukkan bahwa saudara layak mengemban amanah ini,” kata dia.
Lebih lanjut, Wali Kota Farhan menekankan kembali pentingnya integritas di lingkungan pemerintahan Kota Bandung.
Ia menyebut, Kota Bandung kini menjadi perhatian serius lembaga penegak hukum, dan ini sejalan dengan salah satu visi mewujukan kota Bandung yang Amanah.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Integritas itu sangat penting. Kota Bandung sekarang betul-betul menjadi salah satu contoh baik bagi Kejaksaan Agung hingga Kejaksaan Negeri, juga menjadi perhatian Pengadilan Negeri," tutur dia.
"Bahkan KPK berkomunikasi sangat intens dengan unit-unit kerja di Pemkot. Semua ini adalah upaya kita untuk mewujudkan visi Bandung Amanah,” imbuh Wali Kota Farhan.
Khusus kepada tenaga kesehatan yang jumlahnya mendominasi formasi PPPK, Wali Kota Farhan berpesan agar terus meningkatkan mutu layanan sekaligus kemampuan komunikasi.
“Banyak peristiwa yang mengingatkan kita bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya soal keterampilan medis, tetapi juga kemampuan berkomunikasi dengan masyarakat. Itu harus kita perbaiki bersama,” tutur dia.
Ia meminta setiap aparatur pemerintah harus meniatkan pekerjaannya sebagai ibadah.
“Pegawai negeri bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani. Layani masyarakat dengan tulus, jangan pilih kasih, dan jangan mempersulit urusan mereka,” pesan dia. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!