Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pakar UMY: Menteri Baru Kabinet Prabowo Harus Hati-Hati Berkomunikasi

📅 Rabu, 10 Sep 2025, 15:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pakar UMY: Menteri Baru Kabinet Prabowo Harus Hati-Hati Berkomunikasi Doc: Dok. Antara

YOGYAKARTA – Pakar Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Tunjung Sulaksono, menilai para menteri baru hasil reshuffle kabinet Presiden Prabowo Subianto perlu berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan agar tidak menimbulkan kontroversi.

“Komunikasi politik dan kemampuan public speaking harus terus diperkuat,” ujar Tunjung dalam keterangan tertulis di Yogyakarta, Selasa (9/9).

Menurutnya, reshuffle yang mengganti lima menteri merupakan langkah strategis pemerintah untuk merespons ketidakpuasan publik, termasuk desakan dari gerakan “17+8” yang menuntut peningkatan kinerja dan transparansi pemerintahan.

Tunjung menekankan bahwa menteri baru tidak cukup hanya menunjukkan kinerja optimal, tetapi juga perlu segera mengambil langkah konkret yang bisa langsung dirasakan masyarakat. “Mereka harus segera menyelesaikan persoalan yang memicu kemarahan publik,” tegasnya.

Ia menambahkan, program-program cepat atau *quick wins* dalam 100 hari pertama sangat penting, khususnya di sektor ekonomi dan ketenagakerjaan.

Dari sisi ilmu pemerintahan, Tunjung menjelaskan ada tiga alasan utama reshuffle kabinet dilakukan. Pertama, faktor kinerja yang dinilai belum maksimal, terutama di bidang krusial. Kedua, alasan politis untuk meredam ketegangan akibat kontroversi maupun ketidakpuasan publik terhadap pejabat tertentu. Ketiga, faktor yuridis, seperti kasus hukum yang menjerat pejabat sebelumnya.

“Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, juga menegaskan bahwa salah satu pertimbangan perombakan kabinet adalah gejolak demonstrasi pada akhir Agustus 2025 lalu,” ujar Tunjung.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.