Mensos Tekankan Peran Guru, Wali Asuh dan Wali Asrama dalam Pendidikan Sekolah Rakyat
📅 Rabu, 10 Sep 2025, 17:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Dok. Antara
SLEMAN – Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa guru, wali asuh, dan wali asrama memiliki peran penting dan tidak terpisahkan dalam proses pendidikan di Sekolah Rakyat (SR).
“Guru, wali asuh maupun wali asrama merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Mereka memiliki peran sentral bagi para siswa SR,” ujar Saifullah Yusuf saat membuka Pembekalan Wali Asuh dan Wali Asrama Sekolah Rakyat di BBPPKS Regional III Yogyakarta, Kalasan, Sleman, Rabu (10/9).
Menurutnya, ketiga unsur tersebut diharapkan mampu mendidik anak-anak menjadi pribadi yang tangguh, cerdas, berkarakter, dan terampil. Untuk itu, para wali asuh dan wali asrama diberikan pembekalan dari narasumber berkompeten, termasuk dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).
“Melalui pembekalan ini, para pendamping anak diharapkan tidak hanya memahami tugas dan tanggung jawabnya, tetapi juga memiliki empati, kesabaran, serta komitmen kuat agar mampu melayani para siswa,” katanya.
Saifullah menambahkan, wali asuh dan wali asrama juga berperan memastikan siswa merasa aman dan nyaman, baik di kelas maupun di asrama. Ia menegaskan, ada tiga hal yang harus dihindari di SR, yaitu perundungan, kekerasan seksual, dan intoleransi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia juga menyampaikan bahwa peran wali asuh dan wali asrama akan diawasi, baik secara internal maupun oleh berbagai instansi terkait. “Kemensos akan melakukan monitoring dan evaluasi secara simultan, serta menerapkan teknologi seperti CCTV dan manajemen berbasis digital,” jelasnya.
Selain kewajiban, wali asuh dan wali asrama juga mendapatkan hak yang jelas, termasuk honor dan insentif lain, dengan status ASN melalui jalur PPPK. “Semua sudah ditentukan, baik hak maupun kewajiban para guru, wali asuh, dan wali asrama,” ujarnya.
Dari sisi kedisiplinan, Kemensos turut melibatkan TNI dan Polri untuk melatih siswa agar terbiasa hidup teratur. Setiap anak memiliki jadwal ketat mulai dari bangun hingga waktu tidur.
Sebaiknya Anda baca juga:
Saifullah menekankan bahwa Sekolah Rakyat dibangun dengan tiga kunci utama. Pertama, memuliakan wong cilik seperti kaum duafa, masyarakat berpenghasilan rendah, dan kelompok yang selama ini suaranya jarang terdengar. Kedua, menjangkau anak-anak yang sebelumnya belum terlayani pendidikan. Ketiga, membuka kemungkinan bagi mereka yang selama ini dianggap tidak mungkin bisa sekolah.
“Presiden Prabowo mengajak kita menoleh kepada mereka. Masih banyak anak yang belum sekolah, tidak sekolah, atau berpotensi putus sekolah pada usia yang seharusnya mereka berada di bangku pendidikan,” pungkasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!