Indonesia Kontra Korea Selatan: Garuda Muda Wajib Menang, Tunjukkan pada Dunia Kita Bisa!
📅 Selasa, 09 Sep 2025, 18:57 WIB | Oleh: OpikMenurut Zaki, dengan dua hal itu, maka Indonesia sangat bisa mengalahkan Korea Selatan, yang merupakan juara Piala Asia U-23 edisi 2020 tersebut. Ia juga menyadari bahwa tim Korea Selatan sangatlah menakutkan karena sudah mampu menyarangkan 12 gol dan tanpa kebobolan sejauh ini.
Dalam hal produktivitas, mereka termasuk ke dalam enam tim tersubur di babak kualifikasi ini, bersama Yordania (17 gol) dari Grup A, Australia (20 gol) dan China (12 gol) dari Grup D, Qatar (15 gol) dari Grup H, dan Uni Emirat Arab (15 gol) dari Grup I. Kendati demikian, selama bola itu bundar.
"Kita (Indonesia) mesti optimistis," kata Zaki.
Selain fokus dan disiplin, Indonesia juga patut melihat ke belakang, bahwa mereka pernah memiliki kenangan indah melawan Korea Selatan. Tak tanggung-tanggung, Garuda Muda menyingkirkan mereka di perempat final Piala Asia U-23 2024 dalam adu penalti dengan skor 11-10. Kala itu, Pratama Arhan mencetak gol penalti penentu untuk membawa Indonesia mengukir sejarah ke semifinal sebagai tim debutan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dan dari 23 skuad yang dibawa Vanenburg di babak kualifikasi ini, tujuh di antaranya adalah alumnus Piala Asia U-23 2024. Mereka adalah Arkhan Fikri, Rafael Struick, Hokky Caraka, Muhammad Ferarri, Dony Tri Pamungkas, Daffa Fasya, dan Rayhan Hannan. Khusus Struick, dia memiliki pengalaman indah menghadapi Korea Selatan, setelah dia mencetak dua gol pada waktu normal dalam skor 2-2.
Turunkan kekuatan utama
Hal pertama yang perlu dilakukan Vanenburg adalah menurunkan skuad terbaiknya sejak sepak mula. Vanenburg melakukan perubahan besar-besaran dalam susunan starternya dalam laga kedua melawan Makau di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Sabtu lalu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ada tujuh perubahan yang dilakukannya, termasuk dengan mencadangkan Kadek Arel, Dony Tri Pamungkas, Jens Raven, hingga Rafael Struick. Perubahan itu membawa angin segar setelah Indonesia mampu menumbangkan Makau dengan skor telak 5-0. Skor ini sama dengan yang diraih Korea Selatan pada laga pertamanya.
Dengan banyaknya pemain yang sudah ia turunkan, Vanenburg dapat menurunkan skuad terbaiknya melawan Korea Selatan, dimulai dengan Cahya Supriadi sebagai kiper setelah dirinya tak tergantikan dalam dua pertandingan.
Dalam formasi 4-3-3, empat bek di belakang, Vanenburg dapat menurunkan duet Kadek Arel dan Muhammad Ferarri sebagai bek tengah, serta Alfharezzi Buffon dan Dony Tri Pamungkas sebagai dua bek sayap.
Untuk di lini tengah, trio Robi Darwis, Toni Firmansyah, dan Arkhan Fikri dapat bermain sejak awal. Chemistry dari trio ini terlihat sudah bagus setelah mereka juga menjadi andalan Vanenburg sejak di Kejuaraan ASEA U-23 2025 di Jakarta pada Juli lalu.
Rayhan Hannan, dengan pengalamannya di Persija Jakarta, dapat mengisi area penyerangan sisi kanan. Dengan Jens Raven yang belum menemukan ketajamannya kembali, Vanenburg dapat mencadangkan striker Bali United itu terlebih dahulu.
Sebagai gantinya, ia bisa memainkan Rafael Struick, yang sudah biasa bermain sebagai striker di timnas senior Indonesia. Untuk mengisi posisi penyerang sayap, Vanenburg dapat memainkan Rahmat Arjuna yang tak tergantikan di Kejuaraan ASEAN U-23 2025. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!