PM Ishiba Putuskan Mundur
📅 Senin, 08 Sep 2025, 02:50 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: AFP/JIJI PRESS
TOKYO - Perdana Menteri Jepang, Shigeru Ishiba, pada Minggu (7/9) mengatakan bahwa ia memutuskan untuk mundur dari jabatannya setelah kurang dari setahun berkuasa, setelah ia kehilangan mayoritas di kedua majelis parlemen.
Pengumuman ini menandakan ketidakpastian baru bagi ekonomi terbesar keempat di dunia tersebut karena negara ini sedang berjuang melawan kenaikan harga pangan dan menghadapi dampak tarif Amerika Serikat (AS) pada sektor otomotif yang amat vital.
Ishiba mengatakan dalam konferensi pers bahwa Partai Demokrat Liberal (LDP) yang telah lama dominan harus bersiap untuk pemilihan pemimpin, dan ia akan tetap menjabat hingga saat itu.
"Sekarang negosiasi mengenai langkah-langkah tarif AS telah mencapai kesimpulan, saya yakin ini adalah saat yang tepat," kata PM Ishiba, 68 tahun itu
"Saya telah memutuskan untuk mundur dan memberi jalan bagi generasi berikutnya,"imbuh dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada Kamis (4/9) lalu, Presiden AS, Donald Trump, menandatangani perintah untuk menurunkan tarif pada mobil Jepang, dengan Washington DC akhirnya bersiap untuk menerapkan pakta perdagangan yang dinegosiasikan dengan Tokyo pada Juli.
Namun, meskipun mobil Jepang sekarang akan dikenakan tarif sebesar 15 persen, bukan 27,5 persen seperti saat ini, pungutan tersebut tetap akan menimbulkan kerugian yang signifikan bagi industri yang krusial ini.
Dianggap sebagai sosok yang aman, Ishiba memimpin LDP pada September 2024 lalu dan menjadi orang ke-10 di partai tersebut yang menjabat sebagai perdana menteri sejak tahun 2000.
Sebaiknya Anda baca juga:
Masa jabatan Ishiba sebagai pemimpin partai seharusnya berakhir pada September 2027.
Hindari Perpecahan
Sementara itu para penentang Ishiba telah mendesaknya untuk mundur dan bertanggung jawab atas hasil pemilu yang buruk, menyusul kinerja partai yang buruk dalam pemungutan suara di majelis tinggi pada bulan Juli.
Pemilu majelis rendah pada Oktober 2024 lalu membuat LDP mengalami hasil terburuknya dalam 15 tahun.
Laporan media sebelumnya mengatakan bahwa Ishiba ingin menghindari perpecahan di dalam partai dan bahwa ia tidak mampu menahan seruan pengunduran dirinya yang semakin meningkat.
"Meskipun berusaha mengakomodasi banyak orang dan memupuk keharmonisan, upaya tulus saya justru berujung pada hilangnya jabatan saya," kata Ishiba, seraya menambahkan bahwa ia tidak akan mencalonkan diri dalam pemilihan pemimpin.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!