Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Badai Tapah Hantam Tiongkok, Warga Dievakuasi dan Penerbangan Terganggu

📅 Senin, 08 Sep 2025, 17:56 WIB | Oleh: Tim Penulis
Badai Tapah Hantam Tiongkok, Warga Dievakuasi dan Penerbangan Terganggu Doc: Foto oleh Wei Weijia/Xinhua
Ket. Arsip - Petugas pemadam kebakaran memindahkan warga yang terdampar di Distrik Longgang, Shenzhen, Provinsi Guangdong, Tiongkok selatan, pada 7 September 2023.

ANKARA – Badai tropis Tapah melanda wilayah Provinsi Guangdong, Tiongkok selatan pada Senin pagi, sehingga mengganggu lalu lintas udara di Taiwan, Hong Kong dan Makau, lapor kantor berita Tiongkok, Xinhua.

Selain itu, Xinhua juga melaporkan bahwa badai tersebut juga memicu penutupan sekolah serta membuat otoritas setempat mengevakuasi puluhan ribu warga terdampak.

Sebanyak 182 sekolah di kota Taishan diliburkan, sementara 41.000 orang di kota Jiangmen dievakuasi ke tempat yang lebih aman, menurut pemberitaan tersebut.

Beberapa wilayah di Provinsi Guangdong juga disebut mengalami kondisi hujan lebat dan angin kencang.

Sementara itu, sejumlah maskapai telah membatalkan penerbangan antara Taiwan dan Hong Kong juga Makau, ketika badai tropis Tapah bergerak melewati Laut Tiongkok Selatan, Kantor Berita Pusat Taiwan melaporkan.

Tapah adalah topan ke-16 di tahun ini, yang terbentuk pada Sabtu malam (6/9) di sebelah barat Filipina, dan terus bergerak ke barat laut dengan kecepatan sekitar 20 km (12 mil) per jam, dan secara bertahap melemah.

Pada 9 September, Badai Tapah diperkirakan mencapai daratan di Provinsi Guangdong, Tiongkok, dengan intensitas mencapai level 8 hingga 10, setara dengan kecepatan angin 89–117 km/jam.

Sirkulasi badai ini menyebabkan gelombang laut setinggi 4–6 meter dan angin kencang di wilayah barat laut Laut Timur Laut.

Akibat dampak badai, wilayah pesisir Tiongkok dan Vietnam utara mengalami hujan lebat dengan curah hujan lokal melebihi 300 mm, meningkatkan risiko banjir bandang dan tanah longsor.

Badai ini diperkirakan tidak akan berdampak langsung pada Taiwan, menurut Badan Meteorologi Pusat.

Otoritas bandara mengatakan pihaknya memperkirakan sekitar 100 penerbangan akan dibatalkan pada Senin, sementara banyak penumpang mengalami penundaan penerbangan.

Meskipun Indonesia tidak langsung terdampak, sirkulasi badai Tapah dapat mempengaruhi pola cuaca di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

BMKG mengingatkan potensi hujan lebat dan angin kencang di Kalimantan Tengah pada 7–9 September 2025, yang dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi.

Diperkirakan pada 10–11 September, Badai Tapah akan melemah menjadi depresi tropis saat bergerak ke arah barat laut Tiongkok.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
PBB Desak Perusahaan AI Tra...

Liga Arab Kukuhkan Nabil Fahmy sebagai Sekjen

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Luar Negeri
Pemimpin Korut Bertekad Per...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.