Menuju Olimpiade Los Angeles 2028, FPTI Fokus Pembinaan Atlet Muda
📅 Minggu, 07 Sep 2025, 11:40 WIB | Oleh: Tim Penulis"Mengikuti turnamen tingkat dunia menjadi kunci utama agar atlet tanah air terbiasa dengan atmosfer pertandingan kelas atas," kata Hendra saat diwawancarai dari Jakarta pada Jumat (6/9).
Dia menjelaskan, peta jalan yang sedang disusun mencakup partisipasi rutin pada turnamen-turnamen internasional, mulai dari kejuaraan dunia, piala dunia, hingga kawasan.
Untuk mewujudkan hal itu, dibutuhkan dukungan pemerintah, yang dalam beberapa tahun terakhir telah banyak mendukung tim panjat tebing.
"Dukungan dari berbagai pihak, seperti pemerintah dan swasta tentu akan lebih mempermudah perjuangan untuk pembangunan tim dan regenerasi ke depan," ujar dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hendra menambahkan, dalam rencana ke depan, tim juga menargetkan peningkatan performa fisik dan teknik para atlet.
Program latihan disusun lebih spesifik, termasuk penguatan otot inti, daya tahan, serta kecepatan reaksi yang menjadi faktor penting dalam nomor speed, lead, maupun boulder.
Selain fisik, peningkatan teknik panjat ditekankan melalui variasi jalur latihan dan simulasi turnamen.
Sebaiknya Anda baca juga:
Setiap atlet harus punya fleksibilitas teknik sehingga beradaptasi dengan berbagai jalur di turnamen internasional, seperti pada nomor lead dan boulder.
Pembinaan berjenjang dari level akar rumput melalui klub-klub daerah maupun pengurus provinsi dari federasi, juga terus dipantau.
Hal itu penting, tambah dia, agar regenerasi dari berbagai daerah tumbuh dengan bagus, yang berujung pada banyaknya talent pool.
Dia optimistis peta jalan ini akan membawa Indonesia mempertahankan posisi sebagai salah satu kekuatan panjat tebing dunia, sekaligus membuka peluang menambah medali SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade.
Indonesia dikenal sebagai salah satu negara terkuat nomor speed. Nama-nama seperti Veddriq Leonardo, Kiromal Katibin, dan Raharjati Nursamsa menguasai nomor speed dunia.
Sedangkan di sektor putri, Desak Made Rita Kusuma Dewi dan Rajiahn Sallsabillah diperhitungkan dalam setiap International Federation of Sport Climbing (IFSC) Climbing World Cup.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!