Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Google Didenda $3,47 Miliar terkait Monopoli Iklan di Eropa, Trump Ancam Tarif Baru

📅 Sabtu, 06 Sep 2025, 11:35 WIB | Oleh:

Periklanan adalah fondasi keuangan Google. Perusahaan induknya, Alphabet, pada bulan Juli melaporkan laba kuartalan sebesar $28,2 miliar, sebagian besar berasal dari iklan.

Dalam keputusannya, komisi mencatat bahwa Google tidak hanya menjual iklan di situs web dan aplikasinya sendiri, tetapi juga bertindak sebagai perantara bagi perusahaan yang ingin memasang iklan di tempat lain agar muncul di layar seluler dan komputer.

Dewan Penerbit Eropa, kelompok industri media yang telah mengajukan keluhan atas praktik yang diselidiki oleh UE, mengatakan denda tidaklah cukup.

"Tanpa penegakan hukum yang kuat dan tegas, Google hanya akan menganggapnya sebagai biaya bisnis sambil mengonsolidasikan dominasinya di era AI," kata direkturnya, Angela Mills Wade.

Dalam kasus serupa, seorang hakim federal AS awal tahun ini memutuskan Google tidak bersalah atas praktik teknologi iklannya. Sidang untuk memutuskan upaya hukum akan dibuka di Virginia pada 22 September.

Pengumuman hari Jumat dari Uni Eropa tersebut menjadi denda ketiga yang diumumkan dalam seminggu terhadap Google milik Alphabet.

Juri federal AS pada hari Rabu memerintahkan Google untuk membayar sekitar $425 juta karena mengumpulkan informasi dari pengguna aplikasi telepon pintar bahkan ketika orang memilih pengaturan privasi.

Pada hari yang sama, otoritas perlindungan data Prancis mendenda raksasa pencarian itu sebesar 325 juta euro karena gagal mematuhi undang-undang tentang cookie internet.

Namun, kelompok tersebut memperoleh kemenangan besar pada hari Selasa ketika seorang hakim AS menolak tuntutan pemerintah Amerika agar Google menjual peramban web Chrome.

Putusan antimonopoli yang bersejarah ini, yang muncul setelah Google terbukti secara ilegal memelihara monopoli dalam pencarian daring melalui perjanjian distribusi eksklusif, memang memberlakukan persyaratan berbagi data yang luas untuk memulihkan persaingan.

Sebagai pengawas persaingan Uni Eropa, komisi tersebut telah menjatuhkan sejumlah denda kepada Google dalam beberapa tahun terakhir.

Raksasa daring itu didenda 4,1 miliar euro pada tahun 2018 karena menyalahgunakan dominasi pasar sistem operasi Android-nya, dan pada tahun 2017 mengenakan denda 2,4 miliar euro karena praktik anti-persaingan di pasar perbandingan harga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

22 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...

Pembangunan SDM, Sekolah-sekolah di Tangsel Bersifat Inklusif

24 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp71.600/...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.