Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Google Didenda $3,47 Miliar terkait Monopoli Iklan di Eropa, Trump Ancam Tarif Baru

📅 Sabtu, 06 Sep 2025, 11:35 WIB | Oleh:
Google Didenda $3,47 Miliar terkait Monopoli Iklan di Eropa, Trump Ancam Tarif Baru Doc: AFP
Ket. Uni Eropa menjatuhkan denda antimonopoli sebesar $3,47 miliar kepada Google

BRUSSELS - Uni Eropa pada hari Jumat (5/9) menjatuhkan denda antimonopoli sebesar 2,95 miliar euro ($3,47 miliar) kepada Google karena mengutamakan layanan periklanannya sendiri.

Keputusan tersebut memicu teguran keras dari Presiden AS Donald Trump dan ancaman tarif baru terhadap Eropa.

Google berjanji akan mengajukan banding atas keputusan Komisi Eropa, yang menuduh perusahaan AS tersebut mendistorsi persaingan di blok 27 negara.

"Google menyalahgunakan posisi dominannya di bidang teknologi iklan, merugikan penerbit, pengiklan, dan konsumen. Perilaku ini ilegal berdasarkan aturan antimonopoli Uni Eropa," kata kepala persaingan Uni Eropa, Teresa Ribera.

Trump, yang mengancam akan menindak Eropa atas aturannya di pasar digital dan pengawasan konten, mengecam keputusan tersebut, yang membuat total kewajiban Google di UE menjadi hampir 10 miliar euro.

"Sangat tidak adil, dan pembayar pajak Amerika tidak akan menoleransi ini!" kata Trump di jejaring sosial Truth Social miliknya, sehari setelah menjamu para pemimpin teknologi terkemuka, termasuk CEO Google Sundar Pichai, di Gedung Putih.

"Seperti yang telah saya katakan sebelumnya, Pemerintahan saya TIDAK AKAN membiarkan tindakan diskriminatif ini terjadi," tambahnya. Trump memperingatkan jika denda tersebut dikonfirmasi, ia akan memulai proses pengenaan tarif sebagai pembalasan.

Pertikaian itu terjadi saat Uni Eropa masih menunggu Amerika Serikat memenuhi janjinya untuk menurunkan tarif mobil berdasarkan perjanjian perdagangan yang disepakati pada bulan Juli.

Dalam keputusannya, Brussels memerintahkan Google untuk mengakhiri "praktik preferensi diri" dan mengambil langkah-langkah untuk menghentikan konflik kepentingan yang melekat padanya.

"Google memiliki waktu 60 hari untuk memberi tahu Komisi tentang bagaimana rencananya akan dilakukan," kata Ribera.

"Jika gagal mengusulkan rencana yang layak, Komisi tidak akan ragu untuk memberikan solusi yang tepat."

Ia mengatakan bahwa "pada tahap ini, tampaknya satu-satunya cara bagi Google untuk mengakhiri konflik kepentingannya secara efektif adalah dengan solusi struktural, seperti menjual sebagian bisnis teknologi iklannya."

Google mengatakan keputusan komisi itu salah dan akan mengajukan banding.

"Undang-undang ini mengenakan denda yang tidak beralasan dan mengharuskan perubahan yang akan merugikan ribuan bisnis Eropa karena mempersulit mereka menghasilkan uang," kata kepala urusan regulasi global perusahaan tersebut, Lee-Anne Mulholland.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Naomi Siap Hadapi Elise Mertens

37 menit yang lalu | Opik

Olahraga
Naomi Siap Hadapi Elise Mer...

Gelombang Panas Eropa: Menara Eiffel Ditutup Sementara

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Gelombang Panas Eropa: Mena...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.