Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wisata Ramah Muslim Perlu Lebih dari Fasilitas, Sertifikasi Halal Jadi Fondasi

📅 Jumat, 05 Sep 2025, 20:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Wisata Ramah Muslim Perlu Lebih dari Fasilitas, Sertifikasi Halal Jadi Fondasi Doc: ANTARA/Sugiharto Purnama
Ket. Ilustrasi - Sejumlah warga melihat stan kuliner dalam Festival Ramadhan yang digelar di kawasan Islamic Center Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.

MATARAM – Konsep wisata ramah Muslim berkembang sebagai strategi untuk menangkap potensi pasar wisata halal global yang terus meningkat.

Intinya bukan sekadar menyediakan fasilitas ibadah atau makanan halal, tetapi menciptakan ekosistem wisata yang selaras dengan nilai, kebutuhan, dan gaya hidup wisatawan Muslim.

Fasilitas seperti hotel dengan sertifikasi halal, restoran bebas alkohol, ruang ibadah yang mudah diakses, hingga layanan ramah keluarga menjadi diferensiasi penting.

Dari sisi ekonomi, penerapan konsep ini memberi nilai tambah karena memperluas segmen wisatawan mancanegara, khususnya dari Timur Tengah, Asia Selatan, dan Asia Tenggara.

Namun, tantangannya ada pada konsistensi standar, sertifikasi, serta edukasi pelaku wisata agar tidak berhenti pada labelisasi, melainkan betul-betul menghadirkan pengalaman berwisata yang inklusif, aman, dan berkelanjutan.

Akademisi pariwisata syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram Wahyu Khalik mengatakan konsep wisata ramah Muslim yang dikembangkan Pemerintah Nusa Tenggara Barat (NTB) perlu mendapat penguatan melalui jaminan sertifikasi halal.

"Sertifikasi halal menjadi kunci agar wisatawan merasa aman dan nyaman menikmati layanan pariwisata di Nusa Tenggara Barat," ujar Wahyu Khalik ditemui di Mataram, Kamis (5/9).

Wahyu menjelaskan wisatawan memerlukan jaminan berupa sertifikasi halal pada produk dan layanan mulai dari kuliner, akomodasi, hingga fasilitas pendukung.

Menurut dia, ragam produk dan layanan yang mendapat sertifikasi halal dapat meningkatkan daya tarik wisatawan terhadap Nusa Tenggara Barat sekaligus memastikan turis Muslim mendapat layanan sesuai dengan nilai dan kebutuhan agama mereka.

"Dengan mayoritas penduduk Muslim secara tidak langsung sudah mencerminkan praktik wisata ramah Muslim," kata Wahyu.

Sepanjang Januari sampai Juli 2025, Badan Pusat Statistik mencatat jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Nusa Tenggara Barat melalui Bandara Lombok mencapai 51.411 orang.

Pada Juli 2025 ada 10.512 wisatawan mancanegara yang didominasi warga negara Eropa sebanyak 5.278 orang dan ASEAN mencapai 2.645 orang. Adapun jumlah wisatawan mancanegara asal Timur Tengah hanya berjumlah 30 orang.

Lebih lanjut Wahyu menyampaikan Lombok kembali menduduki posisi pertama destinasi pariwisata halal di Indonesia pada 2024.

Prestasi itu menegaskan bahwa Pulau Lombok yang dijuluki Negeri Seribu Masjid mampu menjaga konsistensi dalam menyediakan fasilitas ramah Muslim.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Yunani Diguncang Demo Besar...
Luar Negeri
Sultan Oman dan PM Inggris ...
Luar Negeri
Ribuan Warga RD Kongo Melar...
Luar Negeri
Kanada Perkuat Industri Str...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.