Wamentan: Pupuk Indonesia Punya Peran Penting dalam Jaga Ketersediaan Pangan
📅 Jumat, 05 Sep 2025, 02:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Jakarta - Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menekankan peran penting Pupuk Indonesia dalam menjamin ketersediaan pupuk bagi petani, mendukung produktivitas pertanian nasional, serta memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan petani Indonesia secara berkelanjutan.
Wamentan dalam acara Pupuk Indonesia Innovation Award (PIIA) 2025 di Jakarta, Kamis (4/9), menegaskan kinerja PT Pupuk Indonesia berpengaruh langsung terhadap nasib jutaan petani mulai dari produksi, distribusi, hingga pelayanan di lapangan menjadi penentu keberhasilan petani menanam dan panen.
"Jutaan orang mengharapkan kiprah dan inovasi Anda. Jangan pernah menganggap pekerjaan kecil, sebab setiap peran, bahkan yang paling sederhana sangat menentukan lancarnya produksi, distribusi dan meningkatnya produktivitas petani,” kata Wamentan.
Sudaryono juga menegaskan kerja keras seluruh insan Pupuk Indonesia bukan hanya bernilai secara finansial, tetapi juga pahala.
“Dengan menyediakan pupuk tepat waktu dan berkualitas, Anda telah membantu petani meningkatkan produktivitas. Ketika petani sejahtera, bangsa ini pun kuat,” ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam kesempatan itu, ia menilai Pupuk Indonesia Innovation Award merupakan wadah yang sangat baik untuk menampung kreativitas karyawan.
“Ajang ini luar biasa bagus. Saya minta ajang ini bukan hanya sekadar daftar sukarela, tapi seluruh karyawan wajib mengajukan ide inovasi. Dengan begitu, tidak ada satu pun ide yang terabaikan,” tutur Sudaryono.
Ia juga menyampaikan capaian distribusi pupuk tahun 2025 yang menjadi yang terbaik sepanjang sejarah Republik Indonesia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kondisi itu menunjukkan semangat petani untuk terus menanam, sehingga pemerintah optimistis tidak akan melakukan impor beras hingga akhir tahun.
“Stok beras di Bulog juga tercatat sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah,” jelasnya.
Berdasarkan data Perum Bulog stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang ada di gudang BUMN pangan tersebut hingga akhir Agustus 2025 mencapai 3,9 jut ton.
Lebih lanjut, Sudaryono mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap penipuan yang menawarkan pupuk subsidi langsung melalui media sosial.
“Itu bohong. Pupuk subsidi hanya bisa diakses oleh petani yang terdaftar dan diambil di kios resmi yang ditunjuk pemerintah,” tegasnya.
Ia meminta jajaran Pupuk Indonesia tidak hanya men-take down akun penipuan, tetapi juga melaporkannya agar pelaku bisa dipidana.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!