Memanas, Venezuela Menggeber Jet Tempur F-16 di Atas Kapal Angkatan Laut AS setelah Kapal Kurir Narkoba Dihancurkan
📅 Jumat, 05 Sep 2025, 14:17 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
WASHINGTON DC - Dua jet tempur F-16 Venezuela bersenjata pada hari Kamis (4/9) terbang di atas kapal perusak berpeluru kendali Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Jason Dunham di Laut Karibia selatan dalam unjuk kekuatan, dalam eskalasi ketegangan terbaru antara pemerintahan Trump dan Presiden Nicolás Maduro dari Venezuela.Dari The New York Times, dalam sebuah pernyataan, Pentagon mengatakan: "Langkah yang sangat provokatif ini dirancang untuk mengganggu operasi kontra-narkoba-terorisme kami. Kartel yang mengendalikan Venezuela sangat disarankan untuk tidak melakukan upaya lebih lanjut untuk menghalangi, menghalangi, atau mengganggu operasi kontra-narkoba dan kontra-terorisme yang dilakukan oleh militer AS."Penerbangan lintas udara itu, yang dilaporkan sebelumnya oleh CBS News, terjadi dua hari setelah Amerika Serikat melancarkan serangan militer mematikan terhadap kapal Venezuela di Karibia yang menurut pejabat AS membawa narkoba.Presiden Trump mengatakan bahwa 11 anggota geng Tren de Aragua tewas dalam serangan tersebut. Belum jelas apakah mereka diberi kesempatan untuk menyerah.Dunham adalah bagian dari armada kecil kapal perang dan pesawat pengintai yang telah dikumpulkan Pentagon di wilayah tersebut dalam beberapa minggu terakhir sebagai bagian dari operasi antinarkotika besar-besaran.Bulan lalu, Trump menandatangani arahan yang masih dirahasiakan yang menginstruksikan Pentagon untuk menggunakan kekuatan militer terhadap beberapa kartel narkoba Amerika Latin yang oleh pemerintahannya disebut sebagai organisasi "teroris".Pada hari Rabu, Menteri Luar Negeri Marco Rubio mengatakan bahwa penyitaan pengiriman narkoba dalam beberapa tahun terakhir tidak menghalangi kartel dan pengedar narkoba. "Yang akan menghentikan mereka adalah ketika Anda meledakkan mereka, ketika Anda menyingkirkan mereka," ujarnya.Maduro menuduh Rubio mencoba menyeret Trump ke dalam perang berdarah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!