Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Hadapi Situasi Terkini, Undip Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Jaga Keutuhan Bangsa

📅 Jumat, 05 Sep 2025, 01:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hadapi Situasi Terkini, Undip Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Jaga Keutuhan Bangsa Doc: Antara
Ket. Sivitas akademika Universitas Diponegoro Semarang menyampaikan seruan damai di lapangan Widya Puraya, Semarang, Kamis (4/9).

Semarang - Sivitas akademika Universitas Diponegoro Semarang yang terdiri atas rektor, wakil rektor, seluruh dekan, wakil dekan, dewan profesor, senar akademik, majelis wali amanat, dan mahasiswa bersama-sama menyampaikan lima poin seruan perdamaian.

Seruan damai itu dibacakan langsung oleh Rektor Undip Prof Suharnomo, bersama dengan sivitas akademika Undip di Lapangan Widya Purata, Undip, Kamis (4/9) sore.

"Universitas Diponegoro memandang dengan keprihatinan mendalam perkembangan situasi politik dan sosial di Indonesia, khususnya terkait demonstrasi yang baru-baru ini menimbulkan korban jiwa," katanya.

Ada lima poin dalam seruan damai yang ditegaskan, yakni pertama penyampaian duka cita atas adanya korban jiwa dalam aksi demonstrasi yang terjadi.

"Kedua, mendesak aparat penegak hukum untuk senantiasa mengedepankan pendekatan persuasif, humanis, dan proporsional dalam rangka menjaga ketertiban," katanya.

Ketiga, menegaskan bahwa demonstrasi adalah wujud kebebasan berekspresi yang dijamin oleh konstitusi, tetapi harus disampaikan secara damai, menjunjung tinggi persaudaraan, dan menghindari tindakan kekerasan.

Keempat, mengingatkan pemerintah dan DPR agar membatalkan kebijakan-kebijakan yang tidak berpihak pada keadilan, memperlebar kesenjangan, mengancam kelangsungan demokrasi dan sistem masyarakat sipil.

"Kelima, mendorong pemerintah dan DPR untuk sungguh-sungguh mendengarkan aspirasi masyarakat, serta melakukan pembenahan kebijakan secara terbuka, transparan, dan akuntabel demi terwujudnya demokrasi yang sehat dan berkeadilan," katanya.

Suharnomo menjelaskan bahwa sebagai perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga nurani publik sehingga Undip merasa perlu menyuarakan seruan damai.

"Suara ini bukan semata-mata suara akademisi, melainkan panggilan hati untuk menyalakan lentera kemanusiaan di tengah kegelapan, serta mengingatkan bahwa masa depan bangsa hanya dapat dibangun di atas pondasi keadilan dan persaudaraan," katanya.

Sementara itu, Ketua BEM Undip Aufa Atha Ariq Aoraqi menyampaikan apresiasi kepada seluruh sivitas akademika yang peduli terhadap kondisi bangsa ini dengan menyuarakan seruan perdamaian.

Pada aksi demo yang terjadi beberapa waktu lalu, kata dia, ada setidaknya 100 mahasiswa yang ditangkap oleh polisi, namun belakangan sudah dilepaskan.

Meski sudah dibebaskan, Aufa mengatakan bahwa ke-10 mahasiswa itu masih dikenai wajib lapor sehingga pihaknya akan berkomunikasi lebih lanjut dengan kepolisian untuk memperjelas prosedur yang dimaksud.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Jakarta Tak Boleh Kehilanga...
Megapolitan
Pejabat Bogor Turba ke Seko...
Nasional
Audiensi KNRA dengan Pansus...
Petakan Musim Kemarau di Sumsel, Simak Peta Perkembangannya dari BMKG

Petakan Musim Kemarau di Sumsel, Simak Peta Perkembangannya dari BMKG

22 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.