Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pagelaran Wayang Republik Akan Digelar di Bantul Jumat 5 September, Ingatkan Bangsa Kembali ke Cita-Cita Proklamasi

📅 Kamis, 04 Sep 2025, 23:00 WIB | Oleh:
Pagelaran Wayang Republik Akan Digelar di Bantul Jumat 5 September, Ingatkan Bangsa Kembali ke Cita-Cita Proklamasi Doc: Dok. Istimewa

Yogyakarta – “Yogyakarta menjadi termasyhur karena jiwa kemerdekaannya. Hidup-hidupilah terus jiwa kemerdekaan itu.”
Kutipan Presiden Sukarno yang ditulis menjelang kembalinya ibu kota RI ke Jakarta setelah sempat berpindah ke Yogyakarta, menjadi penanda betapa istimewanya peran hati dan jiwa rakyat serta para pemimpin Yogyakarta dalam mempertahankan Republik. Keputusan Sri Sultan HB IX dan Paku Alam VIII untuk bergabung dengan RI disebut sebagai modal politik terbesar bagi keselamatan Republik yang baru lahir.

Delapan dekade berselang, semangat Proklamasi 17 Agustus 1945—mewujudkan negara merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur—tetap relevan untuk diperjuangkan. Di tengah problem kemiskinan, pengangguran, ketidakadilan, lemahnya supremasi hukum, hingga rapuhnya ekosistem demokrasi, cita-cita para pendiri bangsa itu kembali digaungkan lewat Pagelaran Wayang Republik, yang akan digelar Jumat (5/9/2025) di Pendopo Hastodiningrat, Kampung Tegalsari Geneng, Panggungharjo, Sewon, Bantul.

Rangkaian acara akan dimulai pukul 16.00 dengan penampilan 26 pelajar dari Sanggar Biola Quinta yang membawakan lagu kebangsaan dan lagu daerah. Setelah itu, tampil kelompok Sholawatan Jawi Laras Madya Al Hidayah, Sanggar Seni Tegalsari, pemutaran video Sinau Sejarah, kelompok musik Exstra Vagongso, hingga puncaknya pagelaran Wayang Republik oleh dalang Ki Catur Benyek Kuncoro.

Penggagas acara, Widihasto Wasana Putra, menjelaskan bahwa Wayang Republik adalah media edukasi sejarah melalui budaya, khususnya asal-usul Yogyakarta yang kemudian menjadi Daerah Istimewa dalam NKRI. Karakter tokohnya menghadirkan sosok pendiri bangsa seperti Bung Karno, Bung Hatta, Sri Sultan HB IX, Paku Alam VIII, Jenderal Soedirman, hingga figur antagonis Kolonel Van Langen.

“Pagelaran ini punya tiga harapan: pertama, Yogyakarta terus menjadi pelita bangsa yang memberi penerang dan teladan di tengah berbagai persoalan zaman. Kedua, menjadi ruang ekspresi kolaboratif potensi seni budaya masyarakat. Ketiga, ajang konsolidasi lintas sektor untuk merawat jiwa patriotisme dan nasionalisme berbasis akar tradisi budaya,” kata Widihasto.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
Megapolitan
Daftar Lokasi Samsat Kelili...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.