Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kasus Gigitan Hewan Tinggi, Manggarai Pastikan Stok Vaksin Anti Rabies Aman

1 Kamis, 04 Sep 2025, 02:58 WIB | Oleh:
Kasus Gigitan Hewan Tinggi, Manggarai Pastikan Stok Vaksin Anti Rabies Aman Kasus Gigitan Hewan Tinggi, Manggarai Pastikan Stok Vaksin Anti Rabies Aman Doc: ANTARA/HO-Dokumentasi Pribadi
Ket. Kepala Dinas Kesehatan Manggarai Jefrin Haryanto.

LABUAN BOJO - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), memastikan ketersediaan vaksin anti rabies (VAR) tetap aman meski kasus gigitan hewan penular rabies (HPR) masih tinggi. Hingga Juli 2025, tercatat 1.392 kasus gigitan HPR, sementara stok vaksin di gudang farmasi daerah masih tersedia 910 vial dan diperkirakan cukup untuk satu bulan ke depan.

"Ketersediaan VAR untuk Kabupaten Manggarai dalam kondisi aman," kata Kepala Dinas Kesehatan Manggarai Jefrin Haryanto dihubungi dari Labuan Bajo, Rabu.

Jefrin menambahkan pada tahun 2025, Kabupaten Manggarai telah mendapatkan distribusi VAR dari Dinas Kesehatan Provinsi NTT sebanyak 6.650 vial vaksin.

Ribuan vial vaksin tersebut, lanjut Jefrin, telah didistribusikan ke 25 puskesmas, RSUD Ruteng dan Rumah Sakit Pratama Reo. 

"Sisa stok saat ini di Gudang Farmasi Kabupaten Manggarai sebanyak 910 vial vaksin dan tok ini diperkirakan cukup untuk satu bulan ke depan," ujarnya.

Ia juga menjelaskan Dinkes Manggarai tetap menjalin koordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi NTT untuk memastikan pasokan vaksin tetap tersedia jika diperlukan tambahan.

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan jumlah kasus gigitan HPR yang ditangani Dinkes Manggarai sejak Januari-Juli 2025 sebanyak 1.392 kasus.

"Jumlah kasus gigitan HPR yang ditangani pada tahun 2023 tercatat 1.777 kasus gigitan HPR di Kabupaten Manggarai, dengan 3 kasus di antaranya berujung pada kematian, sedangkan pada tahun 2024, jumlah kasus menurun menjadi 1891 kasus, dengan dua korban jiwa," katanya.

Dalam langkah penanganan penularan rabies Dinkes Manggarai telah melakukan identifikasi dan pemetaan masalah, pelayanan kesehatan yakni penanganan korban gigitan HPR dan melakukan kerja sama dengan lintas sektoral.

"Kami secara konsisten melakukan monitoring dan evaluasi sekaligus membentuk rabies center di 27 puskesmas dan rumah sakit untuk memberikan pelayanan tata laksana kasus gigitan HPR dan melakukan promosi kesehatan untuk pengendalian rabies," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...

IMF: PDB Vietnam akan Lampaui Indonesia Tahun Ini

2 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
IMF: PDB Vietnam akan Lampa...
Advertisement
Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.