Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Situs Judi Online Diduga Ikut 'Mendanai' Kerusuhan Demonstrasi di Indonesia

📅 Rabu, 03 Sep 2025, 05:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Situs Judi Online Diduga Ikut 'Mendanai' Kerusuhan Demonstrasi di Indonesia Doc: Antara News
Ket. Orang-Orang Judol Ikut "Mendanai" Kerusuhan Demonstrasi di Indonesia

Jakarta - Pemerintah dan Pakar Ungkap Keterkaitan Situs Judi Online dengan Pendanaan Kerusuhan melalui Monetisasi Konten Anarkistis. Berdasarkan investigasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) serta analisis pakar keamanan siber, terungkap adanya aliran dana signifikan dari pihak-pihak yang diduga terkait dengan judi online (judi online) untuk mendukung penyebaran konten provokatif dan anarkis selama demonstrasi yang terjadi baru-baru ini.

Meskipun tidak mendanai secara langsung, aktor-aktor di balik situs judi online ini diduga menyuntikkan dana melalui mekanisme monetisasi konten di media sosial sebagai bentuk balas dendam terhadap pemblokiran yang dilakukan pemerintah, sekaligus untuk memanfaatkan situasi guna mencari keuntungan finansial dan mengganggu stabilitas nasional.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Meutya Hafid, secara resmi mengungkap temuan tersebut. “Kami memantau adanya aliran dana dalam jumlah signifikan melalui platform digital. Konten kekerasan dan anarkisme disiarkan secara langsung (live streaming) dan dimonetisasi lewat fitur donasi maupun gifts bernilai besar. Yang patut dicatat, beberapa akun yang terlibat terhubung dengan jaringan judi online,” jelas Meutya melalui pernyataannya di akun Instagram @meutyahafid pada Senin (1/9/2025).

Temuan ini menunjukkan indikasi kuat adanya upaya terorganisir dan sistematis untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana provokasi dengan insentif finansial yang jelas.

Pernyataan pemerintah ini diperkuat oleh analisis pakar. Ardi Sutedja, Ketua dan Pendiri Indonesia Cyber Security Forum (ICSF), menyatakan bahwa hasil investigasi Kominfo menemukan keterkaitan sejumlah akun penyebar konten demonstrasi dengan jaringan judi online dan aktivitas ekonomi ilegal lainnya. “Hal ini menunjukkan adanya kemungkinan motif ekonomi terstruktur di balik penyiaran konten-konten tersebut,” ujar Ardi. Ia menambahkan, fenomena ini pada dasarnya merupakan bentuk monetisasi konflik sosial yang sangat problematik, di mana pembuat konten mendapat keuntungan finansial langsung dari kekacauan publik.

Apa Motif Situs Judi Online Ikut "Mendanai" Kerusuhan Demonstrasi di Indonesia ?


Beberapa netizen menduga, motif balas dendam (melampiaskan kekesalan) dari pelaku judi online menjadi salah satu pendorongnya. Maraknya pemblokiran situs judi online oleh pemerintah diduga memicu kemarahan para pelaku industri ilegal ini. Sebagai bentuk perlawanan, mereka kemudian beralih taktik dengan memanfaatkan momentum demonstrasi untuk melampiaskan kekecewaan sekaligus mencari profit baru. Caranya adalah dengan menyuntikkan dana besar kepada akun-akun yang secara aktif melakukan siaran langsung dan menyebarkan konten yang memanas-manasi, provokatif, serta mengajak pada anarki.

Dana yang mengalir ini digunakan untuk memonetisasi konten kekerasan, di mana para live streamer mendapat insentif finansial langsung melalui fitur donasi dan gift dari penontonnya—yang didanai oleh pihak tersembunyi. Pola ini tidak hanya mendorong terciptanya lebih banyak konten negatif tetapi juga mengkomersialisasi aktivisme dan menggerus esensi demonstrasi yang damai. “Ketika motivasi finansial menjadi faktor pendorong utama, objektivitas dan kebenaran informasi yang disampaikan menjadi sangat dipertanyakan. Ini menciptakan distorsi informasi,” tegas Ardi.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa meskipun tidak mendanai kerusuhan secara langsung, pelaku judi online telah berperan sebagai pemodal yang memfasilitasi dan memprofitkan anarki. Tindakan ini merupakan bentuk kejahatan siber terorganisir yang memanipulasi ruang digital untuk kepentingan ekonomi ilegal dan balas dendam, sekaligus merongrong keamanan dan ketertiban sosial.

Pemerintah terus mendorong masyarakat untuk waspada dan tidak mudah terprovokasi, sambil menggencarkan penindakan terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam jaringan tersebut.

Khusus untuk para mafia judol sudah seharusnya diberantas seakar-akarnya, jangan pernah berpikir mereka akan menguntungkan kita, bisnis judol adalah bisnis cacat moral, dan wajib dibasmi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

47 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
Luar Negeri
Presiden Marcos Jr Desak Pa...
Luar Negeri
Thaksin Shinawatra Diberi P...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.