Pembangunan Jakarta Jangan Asal Digeber, Faktor Ini Harus Jadi Pertimbangan Utama
Rabu, 03 Sep 2025, 15:20 WIBJAKARTA - Membangun Jakarta saat ini berfokus pada transformasinya menjadi kota global yang maju, tangguh, dan berkelanjutan pada 2043. Saat itu, Jakarta akan sepenuhnya beralih dari status ibu kota negara.Â
Visi ini mencakup penguatan infrastruktur fisik dan digital, pengembangan ekosistem inovasi, pembenahan tata kelola dan pembiayaan, serta peningkatan kualitas hidup warga melalui pembangunan yang inklusif dan cerdas.Â
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy mengatakan pembangunan Jakarta harus berorientasi pada keberlanjutan.
âPenyediaan transportasi publik, pengelolaan lingkungan, serta penyelamatan kawasan pesisir utara menjadi prioritas utama. Menyelamatkan pantai utara bukan hanya berarti menyelamatkan Jakarta, melainkan juga menyelamatkan Pulau Jawa,â kata Rachmat Pambudy dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (3/9).
Dalam Seremonial Kick-Off Panitia Antar Kementerian/Non-Kementerian (PAK) Penyusunan Rancangan Peraturan Presiden tentang Rencana Induk Pembangunan Kawasan Aglomerasi (RIPKA) Jakarta, Kepala Bappenas menegaskan urgensi pembangunan kawasan aglomerasi Jakarta dalam memperkuat perekonomian nasional.
Menurut dia, Jakarta memiliki posisi yang sangat strategis sebagai kota, pusat sejarah, dan peradaban bangsa. Tanpa Jakarta, sejarah Indonesia takkan lengkap.
Dia menerangkan pembangunan aglomerasi Jakarta bukan hanya soal tata ruang, melainkan juga bagian penting dari kesinambungan pembangunan nasional. Ini terlihat dari kontribusi Pulau Jawa mencapai 57,1 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, sedang metropolitan Jakarta menyumbang lebih dari 25 persen.
âAngka ini mencerminkan besarnya tanggung jawab kawasan ini dalam menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia,â kata Rachmat Pambudy
Seluruh wilayah di Indonesia, terutama kota-kota besar, disebut sedang menghadapi dampak nyata dari tantangan global, seperti perubahan iklim.
Untuk itu, seluruh pihak dinilai perlu bersinergi dalam melanjutkan agenda pembangunan yang telah dirintis sejak masa Presiden Soekarno hingga sekarang.
Menteri PPN merasa agenda pertemuan untuk membahas RIPKA penting untuk memperkuat koordinasi lintas kementerian, pemerintah daerah, dan lembaga terkait dalam rangka mengimplementasikan rencana tersebut
âRIPKA Jakarta bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga bagaimana kita membangun sebuah kawasan yang mampu menjawab tantangan zaman, dari perubahan iklim hingga daya saing global. Inilah saatnya kita menyatukan visi agar Jakarta tetap menjadi lokomotif pembangunan nasional,â ujar dia.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
MPR Luncurkan Dua Buku tentang Sejarah Konstitusi Indonesia
-
Eceng Gondok Penuhi Kali Pisang Batu, Warga Keluhkan Bau dan Ancaman Pendangkalan
-
Trump Dorong Xi Perbaiki Hubungan Tiongkok-Jepang dan Cabut Pembatasan Ekspor
-
Aktris Rahayu Saraswati Bikin Gebrakan! Debut Monolog “Kalau Bukan Aku” Penuh Pesan Mengejutkan
-
Trump Luncurkan 'Pasukan Intelijen Super', Ini Tugasnya!
-
Pos Pengamatan: Gunung Semeru Kembali Erupsi dengan Letusan Setinggi 900 Meter pada Sabtu Malam
-
Polisi Ringkus Seorang Remaja Putri Pembuang Bayi di Palmerah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.