BMKG Kotawaringin Timur Mengingatkan, Kekeringan Masih Berpotensi Meningkat hingga Agustus Akhir
Rabu, 26 Agu 2026, 12:44 WIBSAMPIT â Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas II Haji Asan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, menyebut potensi kekeringan di wilayah setempat masih dapat terus meningkat hingga akhir Agustus 2026.
âPrakiraan cuaca kita beberapa hari kedepan masih panas, lalu sampai 30 Agustus itu tingkat kemudahan kebakarannya sangat tinggi,â kata Kepala BMKG Kotim, Mulyono Leo Nardo, di Sampit, Rabu (26/8).
Ia menyampaikan akumulasi titik hotspot 24 jam terakhir, Senin (24/8), ada 259 titik dan terbanyak berada di Mentaya Hilir Selatan.
Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena pergerakan angin berpotensi membawa asap kebakaran menuju wilayah Sampit sehingga dapat menurunkan jarak pandang, terutama apabila arah angin bergerak dari kawasan selatan.
Mulyono menjelaskan, berdasarkan kondisi angin, sebaran asap di wilayah Kalimantan Tengah bergerak mengikuti arah angin dominan dari tenggara menuju barat, barat laut, hingga utara.
Kondisi ini menjadi perhatian karena wilayah Kotim masih menghadapi periode kering dengan suplai hujan yang sangat terbatas, sementara kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di sejumlah daerah.
Berdasarkan data BMKG yang dipaparkan dalam rapat koordinasi penanganan bencana karhutla dan kekeringan Kotim pada 24 Agustus 2026, pemantauan curah hujan dalam 24 jam terakhir menunjukkan hujan masih sangat terbatas dan lebih banyak terjadi di wilayah utara.
âDi wilayah Tualan Hulu juga ada hujan, masih sekitar 0,1 sampai maksimum 5 milimeter dalam 24 jam terakhir. Itu dominan di wilayah utara, sedangkan wilayah selatan masih belum ada kemungkinan hujan,â ujarnya.
Mulyono mengungkapkan, citra satelit pada 23 dan 24 Agustus juga menunjukkan kondisi tutupan awan di Kalimantan Tengah, khususnya Kotim, relatif cerah sehingga belum mendukung pembentukan awan hujan secara signifikan.
Kondisi tersebut diperkuat prakiraan angin lapisan 3.000 kaki yang menunjukkan dominasi angin dari tenggara menuju barat laut dan utara.
Selain itu, terdapat bibit siklon tropis di wilayah utara yang dinilai berpotensi ikut mempengaruhi kondisi atmosfer dengan menyerap uap air, sehingga wilayah Kotim berpotensi menjadi semakin kering.
âDi utara ada bibit tropical cyclone, itu berpotensi menyerap uap udara lagi. Jadi kita kering, semakin kering,â jelasnya.
Dari sisi potensi kebakaran, BMKG menggunakan sejumlah indikator, di antaranya Fine Fuel Moisture Code (FFMC) yang menggambarkan tingkat kemudahan bahan bakar permukaan untuk terbakar.
Mulyono menyebut pada periode 24 hingga 30 Agustus, potensi kemudahan terbakar pada lapisan permukaan atau sekitar 1-2 sentimeter berada pada kategori sangat tinggi.
Kondisi serupa juga mulai terlihat pada lapisan tanah yang lebih dalam. Pada lapisan sekitar 2-5 sentimeter, potensi kebakaran dinilai semakin meningkat karena dalam beberapa waktu terakhir wilayah Kotim belum memperoleh suplai hujan yang memadai.
âApalagi kalau sudah merambat, posisinya akan menyebar lebih cepat,â sebutnya.
Sementara itu, pada lapisan lebih dalam atau sekitar 10 sentimeter ke bawah, tingkat kemudahan terbakar di bagian selatan Kotim juga berada pada kondisi sangat tinggi hingga akhir Agustus.
Kondisi itu menunjukkan kekeringan tidak hanya berdampak pada bahan bakar permukaan, tetapi juga telah meningkatkan kekeringan pada lapisan tanah yang lebih dalam sehingga api berpotensi bertahan dan meluas ketika terjadi kebakaran.
BMKG juga memprakirakan peluang pertumbuhan awan hujan masih terbuka secara terbatas pada 24-25 Agustus, terutama di wilayah utara Kotim, dengan peluang sekitar 50-70 persen.
Namun, peluang tersebut menurun drastis mulai 25 hingga 30 Agustus. Potensi pertumbuhan awan hujan pada periode tersebut diperkirakan sangat rendah hingga nihil.
âJadi untuk prakiraan cuaca kita seminggu ke depan masih panas,â jelasnya.
Dengan kondisi tersebut, BMKG mengingatkan masyarakat dan seluruh pihak terkait agar meningkatkan kewaspadaan terhadap karhutla, khususnya di wilayah yang memiliki tingkat kemudahan terbakar tinggi.
- Ancaman Kekeringan
- BMKG Kotawaringin Timur
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Menpar: Banyuwangi Contoh Keberhasila Pengembangan Pariwisata
-
Kawal Kemeriahan Malam Final Abang None Jakarta Kepulauan Seribu 2026, PLN Sukses Hadirkan Listrik Tanpa Kedip
-
Silaturahim Kebangsaan Pimpinan MPR RI ke Mahkamah Konstitusi Bahas Sidang Tahunan dan Penguatan Tafsir Konstitusi
-
Solusi Dekarbonisasi Baru! Microalgae Turunkan Emisi di Fasilitas Migas Subang
-
Status Siaga Darurat! PU Kerahkan 5 Mobil Tangki Kirim 40 Ribu Liter Air ke Cimahi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.