KKI 2026 Catat Transaksi Rp177,21 Miliar, UMKM DKI Kuatkan Ekspor & Pembiayaan
Rabu, 26 Agu 2026, 12:27 WIBJAKARTA â UMKM DKI Jakarta memperkuat akses pasar global melalui gelaran Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026. Sebanyak 9 UMKM binaan Bank Indonesia DKI Jakarta berhasil menandatangani Letter of Intent (LoI) ekspor senilai USD467.923,46 atau setara Rp8,2 miliar dengan pembeli dari berbagai negara.
Kesepakatan itu merupakan hasil business matching ekspor yang melibatkan sektor food and beverage dan home decor. Selain ekspor, UMKM DKI juga mencatatkan omzet domestik Rp3,2 miliar selama KKI 2026, khususnya dari produk wastra, fashion, dan aksesori. UMKM Ing Pawon bahkan menjadi penjual terbanyak di kategori Camilan Nusantara.
Dari sisi pembiayaan, UMKM Ayam Penyet Bandung memperoleh fasilitas business matching dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) senilai Rp500 juta untuk pengembangan usaha.
âKeberhasilan UMKM Jakarta di KKI 2026 menjadi bukti bahwa produk lokal memiliki daya saing untuk menjangkau pasar domestik maupun global, sekaligus mendukung penguatan Jakarta sebagai kota global,â ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan.
Secara keseluruhan, KKI 2026 yang berlangsung 20-23 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC) membukukan total penjualan Rp177,21 miliar. Angka ini naik dari KKI 2025 sebesar Rp130,84 miliar.Â
Business matching ekspor mencapai Rp169,9 miliar dengan 192 UMKM dan pembeli dari 16 negara. Sementara BM pembiayaan mencapai Rp285 miliar atau naik 30,3% dibanding rata-rata 3 tahun terakhir.
Ajang ini diikuti lebih dari 1.860 UMKM dari seluruh Indonesia dan didukung 27 Kementerian/Lembaga, 34 asosiasi, serta jaringan Kantor Perwakilan BI domestik dan luar negeri. KPw BI DKI Jakarta sendiri memfasilitasi 30 UMKM binaan untuk ikut serta.
Deputi Gubernur BI Aida S. Budiman menegaskan KKI bertujuan membangun ekosistem UMKM yang berkelanjutan.
âSetiap tahun, dengan penuh rasa syukur kami adakan KKI agar UMKM Indonesia bisa terus tumbuh, tangguh, dan berdaya saing. Tapi, UMKM perlu mempunyai ekosistem yang menjadi tujuan berkelanjutan agar tumbuh, tangguh, dan berdaya saingnya UMKM Indonesia terus berlangsung," ujarnya.
Ke depan, BI DKI Jakarta berkomitmen memperkuat pendampingan agar peluang dan jejaring yang terbentuk di KKI 2026 dapat direalisasikan, sehingga UMKM DKI naik kelas dan memperkuat ekosistem ekonomi yang berdaya saing.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Pemkot Palembang Perkuat Tata Kelola Pengadaan Barang dan Jasa
-
Gubernur Jatim Dorong UMKM Perkuat Jejaring Pasar Global
-
BI Pastikan Uang Digital Tidak Akan Gantikan Uang Tunai
-
30 UMKM Binaan BI DKI Mejeng di KKI 2026, Target Perluas Pasar & Akses Pembiayaan
-
Kapal Vietnam Tenggelam di Laut Tiongkok Selatan, 23 Orang Hilang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.