Warga Pesisir Tak Boleh Terjebak Kemiskinan, Undana Dorong Inovasi Perikanan

Rabu, 26 Agu 2026, 12:55 WIB

KUPANG – Inovasi perikanan menjadi penting untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya.

Pemanfaatan teknologi, pakan yang efisien, budidaya berbasis data, hingga pengolahan pascapanen dapat menekan biaya, meningkatkan kualitas, dan memperluas nilai tambah produk perikanan.

Ket. Foto: Mahasiswa Undana ketika menerapkan inovasi berbasis perikanan bagi masyarakat pesisir di Kupang. — Sumber: ANTARA/Ho-Undana

Tanpa inovasi, sektor ini berisiko terjebak pada produktivitas rendah dan ketergantungan pada pola produksi konvensional.

Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan (FPKP) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang menerapkan inovasi berbasis perikanan untuk meningkatkan produktivitas ekonomi masyarakat pesisir sekaligus mendukung upaya penanganan stunting di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Mahasiswa program Studi Budidaya Perairan FPKP Undana Megi Agustina Messakh di Kupang, Rabu (26/8), mengatakan dua inovasi tersebut meliputi penelitian penggunaan larutan NPK pada bibit rumput laut untuk menekan penyakit ice-ice di perairan Pasir Panjang, Kota Kupang.

"Satu lagi program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) budidaya ikan air tawar menggunakan kolam terpal di Desa Oinlasi, Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS)," katanya.

Kegiatan tersebut dilaksanakan tim dosen FPKP Undana yang dipimpin Dr Ade Y H Lukas dan Tania Nilakandhi bersama tiga dosen dan tiga mahasiswa fasilitator.

Dalam penelitian rumput laut, bibit Eucheuma cottonii direndam menggunakan larutan NPK sebelum ditanam. Hal itu dilakukan untuk mengetahui efektivitasnya dalam mencegah pemucatan thallus, kerapuhan, dan penurunan kadar karaginan yang berkaitan dengan penyakit ice-ice.

Pengamatan pertumbuhan rumput laut dan intensitas gejala penyakit dilakukan secara langsung di lokasi budi daya menggunakan perahu kayu.

“Penelitian ini diharapkan memberikan rekomendasi teknis perlakuan awal bibit yang efektif untuk meningkatkan ketahanan rumput laut terhadap ice-ice, sehingga mendukung keberlanjutan usaha budi daya di pesisir NTT,” kata Megi.

Sementara itu, program PkM di Desa Oinlasi dilakukan melalui penyuluhan, aklimatisasi ikan, dan praktik langsung Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB).

Teknologi kolam terpal dipilih karena dapat diterapkan pada lahan terbatas, efisien dalam penggunaan air, relatif hemat biaya, serta mudah diterapkan oleh masyarakat di sekitar rumah.

Hasil evaluasi menunjukkan pemahaman peserta terhadap CBIB dan pengelolaan kualitas air meningkat dari 32,4 persen berdasarkan pre-test menjadi 86,8 persen pada post-test.

Ikan yang dibudidayakan di kolam terpal pekarangan rumah diharapkan dapat menjadi sumber protein hewani bagi keluarga balita sekaligus memberikan peluang pendapatan tambahan bagi masyarakat.

Sub Koordinator Humas Undana Ollien Manggol mengatakan penerapan kedua inovasi tersebut menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab persoalan ekonomi dan kesehatan masyarakat melalui pendekatan berbasis potensi lokal.

Budi daya rumput laut yang lebih tahan terhadap penyakit diharapkan dapat mengurangi risiko kerugian pembudidaya pesisir, sedangkan budidaya ikan air tawar di tingkat rumah tangga dapat memperluas akses keluarga terhadap sumber protein hewani.

Melalui riset dan pengabdian masyarakat tersebut, FPKP Undana mendorong pemanfaatan teknologi sederhana dan terjangkau untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mendukung percepatan penanganan stunting di NTT.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.