Laris Manis Tanjung Kimpul! Produk Olahan Buah dan Sayur RI Gebrak Pasar Chile
Rabu, 26 Agu 2026, 13:15 WIBJAKARTA â Produk olahan buah dan sayur Indonesia yang laku di pasar luar negeri menunjukkan bahwa sektor pangan memiliki peluang besar untuk meningkatkan nilai tambah ekspor.
Namun, daya saing tidak cukup hanya mengandalkan ketersediaan bahan baku, melainkan membutuhkan konsistensi kualitas, standar keamanan pangan, efisiensi produksi, serta kemampuan memenuhi selera pasar global.
Jika hilirisasi diperkuat, ekspor produk olahan dapat memberi nilai ekonomi lebih besar dibandingkan sekadar menjual komoditas mentah.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebutkan produk olahan buah dan sayur serta camilan tempe dari dua pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Indonesia berhasil memperoleh pesanan dari Chile senilai 29 ribu dolar AS atau setara Rp510 juta.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengatakan jika produk tersebut menerima respons positif dan berlanjut di Pasar Chile maka kedua pelaku UMKM diproyeksikan mencatatkan tambahan potensi transaksi hingga 29 ribu dolar AS lagi.
"Transaksi ini dapat menjadi awal keberlanjutan kerja sama jangka panjang dengan buyer setempat. Hal ini selaras dengan upaya Kemendag untuk meningkatkan ekspor produk ke pasar global," ujar Puntodewi dalam keterangan di Jakarta, Rabu (26/8).
Pengiriman telah dilakukan dari Indonesia pada pekan kedua Agustus 2026. Produk-produk bernilai tambah ini diestimasi tiba di Cili pada Oktober 2026 untuk selanjutnya didistribusikan melalui jaringan ritel di negara tersebut.
Pelaku usaha yang berhasil membukukan ekspor tersebut adalah CV Pangantama Makmur Abadimuntuk produk keripik buah mangga, keripik buah apel, keripik buah nangka, keripik brokoli dan keripik jamur, serta CV Arva Indonesia untuk produk keripik tempe varian truffle, honey butter dan himalayan salt basil.
Transaksi ini merupakan tindak lanjut dari partisipasi dalam pameran produk makanan dan minuman di Chile tahun lalu, yaitu Espacio Food & Service 2025.
Transaksi tersebut berhasil terwujud melalui komunikasi bisnis lanjutan yang disinergikan Kemendag melalui Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Santiago dengan Kedutaan Besar RI Santiago di Chile.
Pada periode Januari-Juni 2026, total perdagangan Indonesia dengan Chilemencapai 277,4 juta dolar AS. Ekspor Indonesia ke Chile tercatat sebesar 219,8 juta dolar AS, sedangkan impor Indonesia dari Chile mencapai 57,6 juta dolar AS. Indonesia surplus terhadap Chile sebesar 162,2 juta dolar AS.
Sepanjang 2025, total perdagangan Indonesia dengan Chile mencapai 534,9 juta dolar AS. Indonesia membukukan surplus perdagangan sebesar 346,8 juta dolar AS, dengan nilai ekspor ke Chile mencapai 440,8 juta dolar AS dan impor dari Chil sebesar 94,0 juta dolar AS.
Komoditas ekspor Indonesia ke Chile pada 2025 didominasi kendaraan dan bagiannya, alas kaki, pupuk, mesin dan pesawat mekanik, serta kertas dan karton. Sementara itu, impor Indonesia dari Chile meliputi ikan dan udang, bubur kayu, pupuk, buah-buahan dan hasil penggilingan.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Polres Tangkap Mantan Pegawai BRI Terkait Penggelapan Rp7,8 Miliar
-
BMKG: Kota-kota Besar di Wilayah Indonesia Bakal Diguyur Hujan Ringan pada Selasa
-
Muhammad Rafli Masuk Daftar Pinjaman Arema FC, Ini Alasan Sebenarnya
-
Perceraian Bos SK Group Memanas! Harta Rp16,3 Triliun Diperebutkan, Nasib Konglomerat Raksasa Korea Selatan Jadi Taruhan
-
72 Siswa Keracunan Massal MBG di Jakarta Timur, BGN Diminta Dengarkan Kekhawatiran Anak dan Orang Tua
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.