Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pasar Tanah Abang “Mati Suri”

📅 Rabu, 03 Sep 2025, 01:05 WIB | Oleh:
Pasar Tanah Abang “Mati Suri”	Doc: ANTARA/Aria Ananda
Ket. Suasana Pasar Tanah Abang Blok G, Jakarta Pusat, pada Selasa (2/9/2025) tampak sepi setelah aksi massa yang terjadi akhir Agustus 2025.

JAKARTA – Demo besar-besaran telah meluluhlantakkan praktik bisnis, tak terkecuali, bagi para pedagang di Pasar Tanah Abang yang seperti mati suri hingga Selasa (2/9) karena langka aktivitas jual beli. Sejumlah pedagang Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, mengharapkan situasi Ibu Kota kembali damai agar aktivitas perdagangan dapat berjalan normal pascademonstrasi beberapa hari lalu. 

Salah satu pedagang busana muslim di Blok G bernama Mariana (58) mengakui penjualannya menurun sejak Senin (1/9), setelah aksi massa pada 28-31 Agustus.  “Kami berharap situasi terus kondusif, biar pembeli tidak takut lagi datang. Kalau ramai lagi, pasti bisa pulih,” jelas Mariana di Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa.

Dia mengaku hampir 40 tahun berdagang di Tanah Abang, baru kali ini merasakan penurunan omzet yang signifikan. “Biasanya bisa dapat minimal 800.000 per hari, tapi sekarang paling 200.000. Beberapa hari malah banyak pedagang yang tutup, masih takut,” ujar Mariana. 

Hal serupa disampaikan Richard (45), pedagang kain yang sudah berjualan selama delapan tahun. Dia menceritakan unjuk rasa beberapa waktu lalu berdampak besar terhadap pendapatannya karena terpaksa menutup gerainya lebih dari dua hari.  “Saat demo, saya tutup jam satu siang. Esoknya tidak buka karena situasi belum aman. Semoga ke depan damai. Demo silakan, tapi jangan anarkis. Kita pelaku ekonomi butuh situasi kondusif,” tutur Richard. 

Kendati demikian, dia mengaku tetap optimistis penjualan akan kembali normal. “Kemarin memang sempat tutup karena demo, tapi sekarang saya buka lagi. Semoga pecan depan sudah mulai ramai,” harap Richard. Sementara itu, Ferdi (30), karyawan toko di Blok B, menuturkan sekitar 30 persen pedagang memilih menutup toko sejak Kamis, 28 Agustus. 

Saat ini, sambung dia, meskipun situasi sudah kondusif, ketakutan masih dapat dirasakan oleh pedagang dan juga pembeli.  “Dari luar mungkin kelihatannya tidak aman. Padahal sebenarnya situasi aman-aman saja untuk belanja. Tapi karena informasi di media sosial, orang jadi enggan ke sini,” tambah Ferdi.

Tak jauh berbeda, pedagang pakaian pria bernama Hendra (50) juga mengakui pendapatannya menurun hingga 70 persen akibat demonstrasi tersebut.  “Berdampak banget, masyarakat takut ke pasar. Harapan saya damai saja, biar lancar,” ungkapnya. Kondisi paling parah dialami Idrus (51), pedagang kain, yang mengalami penurunan omzet mencapai 100 persen. 

“Sebelum demo, omzet bisa 3 juta sampai 5 juta sehari. Dua karyawan terpaksa saya liburkan. Kalau berlanjut, bisa banyak pedagang semakin rugi,” terang Idrus.  Dia pun berharap agar situasi semakin kondusif sehingga penjualannya kembali meningkat. “Kalau aman terus, orang-orang mungkin akan belanja lagi,” pungkas Idrus.

Pada hari Selasa, pukul 08.19 hingga 11.00 WIB, kios-kios di seluruh blok Pasar Tanah Abang sudah buka. Namun, sebagian pedagang masih memilih menutup toko mereka. Pengunjung juga tampak berbelanja di beberapa blok pasar tersebut. Salah satu pengunjung, Ida (52), mengaku tidak takut belanja di Tanah Abang. “Saya rasa sudah aman. Di sini juga saya lihat aman-aman saja,” kata ibu rumah tangga tersebut. 

Sudah Aman

Sementara itu, Gubernur Jakarta Pramono Anung Wibowo menyatakan Jakarta sudah aman. Masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan normal kembali. Hampir 5.000 bus transjakarta juga sudah beroperasi seluruhnya. Pramono pun membuktikannya dengan menghadiri peresmian gedung Universitas Jakarta Internasional (Uniji) di kawasan Slipi, Jakarta Barat, Selasa (2/9). “Saya juga ingin menunjukkan kepada publik bahwa Jakarta sekarang sudah normal kembali. Ini yang penting,” ujar Pramono.

Dia menjelaskan sejak Senin (1/9), transportasi umum yang terdiri dari MRT, Transjakarta, LRT serta Mikrotrans atau Jaklingko telah beraktivitas normal. Pemerintah Provinsi Jakarta bahkan menggratiskan layanan MRT dan Transjakarta hingga 8 September.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Laporta Tegaskan Raphinha Bertahan di Barcelona

25 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
Laporta Tegaskan Raphinha B...

DPRD Kota Semarang Dukung MPLS Ramah Memperkuat Karakter

58 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
DPRD Kota Semarang Dukung M...

Pemprov Maluku Luncurkan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
Pemprov Maluku Luncurkan Bu...

Mari Menciptakan Sekolah yang Nyaman bagi Murid

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Mari Menciptakan Sekolah ya...
Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

13 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.