Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ekonomi Syariah: Motor Baru Pertumbuhan di Kawasan Timur Indonesia

📅 Selasa, 02 Sep 2025, 17:33 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ekonomi Syariah: Motor Baru Pertumbuhan di Kawasan Timur Indonesia Doc: ANTARA/HO-Dokumentasi
Ket. Logo Bank Indonesia.

JAKARTA - Potensi ekonomi syariah di Indonesia menunjukkan prospek yang sangat menjanjikan, seiring dengan pertumbuhan populasi muslim yang besar dan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap prinsip keuangan syariah. 

Sektor ini tidak hanya mencakup perbankan dan keuangan, tetapi juga industri halal, e-commerce, pariwisata halal, dan startup berbasis syariah, yang menunjukkan diversifikasi yang semakin luas. 

Pemerintah telah mendorong pengembangan ekosistem ekonomi syariah melalui regulasi, insentif, dan integrasi teknologi digital, sehingga memudahkan penetrasi pasar domestik maupun ekspor. 

Penguatan ekonomi syariah dapat menjadi pilar strategis untuk pertumbuhan inklusif, menarik investasi asing, dan meningkatkan daya saing Indonesia di kancah global, sekaligus menghadirkan model pertumbuhan yang berkelanjutan dan berbasis prinsip etika.

Bank Indonesia (BI) mengungkapkan ekonomi syariah (Eksyar) hadir untuk menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di Kawasan Timur Indonesia (KTI).

“Eksyar bukan hanya sebagai alternatif, melainkan bagian integral dari strategi pembangunan nasional," ujar Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI Imam Hartono dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (2/9).

Ekonomi Syariah (Eksyar) hadir sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru yang membuka keberkahan, keadilan, dan kesejahteraan bagi seluruh umat.

Di Kawasan Timur Indonesia (KTI), upaya mendorong Eksyar terus dilakukan bersinergi antara komunitas, pesantren dan UMKM.

Festival Ekonomi Syariah (FESyar) KTI yang berlangsung selama 4 hari pada 29 Agustus – 1 September 2025 di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) menjadi momentum sinergi seluruh elemen untuk mendukung Eksyar dalam memperkuat stabilitas dan transformasi ekonomi di wilayah KTI.

Penyelenggaraan Fesyar diharapkan dapat terus memperkuat hal tersebut. Rangkaian Fesyar KTI mencatat kontribusi nyata dengan menghasilkan transaksi penjualan produk halal dari 22 provinsi di wilayah KTI.

Bahkan, temu bisnis UMKM dengan lembaga keuangan syariah yang menyalurkan pembiayaan tercatat sebesar Rp15,8 miliar. Gelaran akbar ini juga menghasilkan implementasi 16 titik Zona Kuliner Halal Aman dan Sehat (Zona KHAS) dan fasilitasi 2.240 sertifikasi halal bagi UMKM se-KTI.

Kalbar secara spesifik memiliki potensi besar untuk pengembangan produk halal, di antaranya komoditas unggulan seperti sawit, karet, kopi, lidah buaya, dan perikanan yang dapat diolah menjadi produk halal bernilai tambah.

Akses perdagangan internasional melalui pintu perbatasan Entikong dan Aruk, yang membuka peluang ekspor produk halal ke Malaysia, Brunei, dan ASEAN didukung dengan pariwisata halal berbasis budaya Islam-Melayu dengan ikon Sungai Kapuas dan Tugu Khatulistiwa.

FESyar KTI ini merupakan rangkaian menuju Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2025 yang akan diselenggarakan Oktober 2025 mendatang di Jakarta.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Penataan Ruang Publik Menyambut HUT DKI Jakarta

6 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Daerah
Peringatan Hari Keamanan Pa...
Ekonomi
Program SPHP Kedelai Dukung...
Nasional
Pemerintah Perkuat SDM Mela...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.