Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pembakaran Gedung DPRD NTB Jadi Introspeksi Anggota Dewan

📅 Selasa, 02 Sep 2025, 20:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pembakaran Gedung DPRD NTB Jadi Introspeksi Anggota Dewan Doc: ANTARA
Ket. Ketua DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB), Hj. Baiq Isvie Rupaeda.

MATARAM – Pembakaran dan penjarahan Gedung DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat oleh massa demonstran yang terjadi pada Sabtu (30/8) harus menjadi pelajaran dan introspeksi diri bagi anggota dewan setempat.

Ketua DPRD NTB, Baiq Isvie Rupaeda mengaku aksi pembakaran dan penjarahan oleh massa itu harus menjadi bahan introspeksi bagi 65 anggota dewan.

"Ya, harus introspeksi diri, harus memberikan ruang untuk menerima aspirasi masyarakat seluas-luasnya, mungkin kemarin tidak cukup banyak," ujarnya di Mataram, Selasa (02/9).

Ia mengatakan sebagai bahan introspeksi diri ini, ke depan pihaknya akan membuat ruang aspirasi bagi masyarakat atau pun elemen yang ingin menyampaikan aspirasinya ke gedung wakil rakyat.

"Kalau boleh, nanti kami membuat satu tempat untuk menerima aspirasi. Saya kira ke depan harus jauh lebih baik," tegas Isvie.

Isvie juga menegaskan dalam peristiwa pembakaran dan penjarahan tersebut dirinya tidak ingin menyalahkan siapa-siapa, karena hal itu kejadian yang tidak diinginkan.

"Saya kira semua sudah melakukan tugas dengan baik, termasuk aparat. Tapi ini, di luar kemampuan manusia untuk mengelak dari kejadian itu," ucapnya.

Menurut Isvie, meski saat ini kondisi Gedung DPRD NTB sudah tidak bisa dipakai lagi. Namun, ia memastikan kerja-kerja anggota dewan untuk melayani masyarakat tidak boleh berhenti.

"Demi pelayanan masyarakat tidak terganggu, bagi saya kerja-kerja DPRD harus tetap berjalan dengan baik, sesuai apa yang dijadwalkan dalam Badan Musyawarah (Banmus)," ujarnya.

Isvie menambahkan dengan kondisi ini, dirinya memastikan tidak ada kenaikan tunjangan untuk anggota dewan.

"Apa yang sudah diberikan sudah cukup. Kita harus memahami suasana kebatinan masyarakat, harus pahami penderitaan rakyat dan ikut merasakan, sehingga tidak perlu kita bicara soal tunjangan," ucap politisi dari Dapil Kabupaten Lombok Timur ini.

Disinggung apakah perlu pemerintah daerah mengurangi beban pajak. Isvie menyatakan sangat mendukung langkah itu.

"Saya kira ini perlu menjadi pemikiran kita bersama dengan eksekutif bagaimana cara meningkatkan pendapatan di luar sektor pajak," katanya.

Diketahui, saat aksi unjuk rasa yang dilakukan ribuan massa di Gedung DPRD NTB pada Sabtu (30/8) siang. Terdapat dua gedung yang dirusak dan dibakar massa aksi, pertama gedung utama DPRD yang sehari-hari dipakai rapat dan sidang paripurna. Kedua gedung Sekretariat DPRD yang sehari-hari dipakai oleh karyawan atau ASN di lingkungan DPRD NTB.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.